Sat,25 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. Dokter Ungkap Pentingnya Memeriksa Kurva Pertumbuhan saat Tubuh Anak Pendek

Dokter Ungkap Pentingnya Memeriksa Kurva Pertumbuhan saat Tubuh Anak Pendek

dokter-ungkap-pentingnya-memeriksa-kurva-pertumbuhan-saat-tubuh-anak-pendek
Dokter Ungkap Pentingnya Memeriksa Kurva Pertumbuhan saat Tubuh Anak Pendek
service

Jakarta

Setiap orang tua tentu ingin melihat anaknya tumbuh dan berkembang sesuai usianya. Namun, saat tinggi badan anak tampak lebih pendek dibandingkan teman-teman sebayanya, tidak sedikit orang tua merasa khawatir.

Anak tumbuh pendek bisa terjadi karena gangguan pertumbuhan, Bunda. Untuk memastikan kondisinya, Bunda perlu mengetahui dan memahami kurva pertumbuhan.

“Orang tua juga mesti mengerti tentang kurva ini. Tanpa kurva ini, akan sangat sulit bagi dokter untuk menjawab pertanyaan orang tua (kenapa anaknya pendek?),” kata dokter spesialis anak subspesialis endokrinologi, Prof. Dr. dr. Aman Bhakti Pulungan, Sp. A, Subsp. End., FAAP, FRCPI (Hon.), dalam Virtual Media Interview bersama RS Pondok Indah Group, Rabu (22/7/26).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Aman, rata-rata bayi lahir normal dengan panjang tubuh di atas 48 sentimeter (cm). Setelah itu, pertumbuhan anak dapat dipantau melalui kurva pertumbuhan.

“Kalau dia nanti pendek variasi normal, maka akan dilihat kurvanya itu menurun dan paralel. Tapi kalau pendek karena kekurangan growth hormone, maka kurva akan turun dan bablas,” ujar Aman.

Setelah mengetahui kurva pertumbuhan, orang tua dapat memastikan kondisi anak dengan memeriksakannya ke dokter. Apa pun hasilnya, Bunda disarankan untuk meminta rujukan ke dokter spesialis

“Gangguan pertumbuhan tidak datang tiba-tiba. Kalau kurvanya sudah menurun atau makin turun walau anak belum pendek, konsultasi sesegera mungkin. Kalau dokter bilang tidak apa-apa, orang tua tetap minta agar anaknya dirujuk,” ungkap Aman.

“Kita harus tahu, penyebab pendek bukan hanya stunting atau kekurangan nutrisi, tapi bisa karena kelainan hormon yang dikaitkan dengan masalah otak. Pada perempuan, itu bisa karena kelainan genetik seperti sindrom Turner. Kalau tidak diobati bisa dikaitkan dengan kelainan jantung dan kelainan lainnya,” sambungnya.

Menurut Aman, orang tua harus proaktif bila menganggap anaknya memiliki perawakan pendek dibandingkan anak seusianya. Jangan sampai deteksi gangguan pertumbuhan baru diketahui saat anak sudah memasuki usia remaja, Bunda.

“Perawakan pendek tidak hanya menunjukkan adanya masalah medis, tetapi juga masalah sosial dan intelektualitas. Perawakan pendek juga sering kali menimbulkan kecemasan, kepercayaan diri yang rendah, dan bullying,” kata Aman.

Perlu diketahui, pertumbuhan normal adalah kombinasi yang kompleks dari interaksi antara faktor genetik, gizi, dan hormon. Selain itu, faktor-faktor psikososial juga dapat memengaruhi pertumbuhan.

Kaitan waktu tidur anak dan pertumbuhannya

Pertumbuhan anak juga dapat dipengaruhi oleh waktu tidurnya, Bunda. Aman mengatakan bahwa waktu tidur yang cukup dan berkualitas harus didapat anak karena berkaitan dengan hormon pertumbuhan.

“Waktu tidur itu berpengaruh langsung ke pertumbuhan, terutama hormon pertumbuhan. Waktu tidur anak tidak boleh dipotong dan harus ada jadwalnya. Jadi, deep sleep itu penting,” ujar Aman.

Selain waktu tidur, kebiasaan anak yang jarang bergerak juga tidak secara langsung berhubungan dengan pertumbuhannya. Anak yang jarang bergerak bisa mengalami obesitas. Pada beberapa keadaan, kondisi tersebut bisa mempercepat fase pubertas anak.

Terapi hormon pertumbuhan

Terapi hormon pada anak bisa dilakukan pada anak-anak yang mengalami masalah pertumbuhan. Menurut Aman, terapi ini dapat dilakukan tergantung dengan kondisi medis yang dialami oleh anak.

“Kapan saja terdiagnosis, itu boleh diterapi. Kalau didiagnosis usia dua tahun, kita bisa terapi. Kalau diagnosis gangguan pertumbuhan karena tulang sering patah, di umur satu tahun juga sudah bisa diterapi. Begitu juga kalau ada kelainan kromosom atau hormon tiroid. Jadi, sangat bergantung kapan terdiagnosis. Tapi ya masalahnya di kita, diagnosis ini sering kali telat,” ujar Aman.

“Jadi jangan menganggap semua yang pendek itu karena masalah gizi. Jadi seolah-olah memberikan makanan bergizi, sudah pasti anak akan tambah tinggi. Makanan memang bagus untuk balita atau di 1.000 hari kehidupan. Tapi kalau sudah fase anak, makanan tidak bisa diberikan. Kalau kasih makanan seperti protein berlebihan, itu malah bahaya. Anaknya bukan bertambah tinggi, tapi pubertas bisa terganggu,” sambungnya.

Perlu dicatat, terapi hormon pertumbuhan memiliki golden periode ya, Bunda. Aman mengatakan bahwa terapi mungkin tidak bisa diberikan ketika anak sudah memasuki pubertas, misalnya anak perempuan yang sudah haid.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.