Thu,3 September 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Dua Kali Dinyatakan Punah, Populasi Ular Paling Langka di Dunia Kini Hanya 20 Ekor, Semuanya di Satu Pulau

Dua Kali Dinyatakan Punah, Populasi Ular Paling Langka di Dunia Kini Hanya 20 Ekor, Semuanya di Satu Pulau

dua-kali-dinyatakan-punah,-populasi-ular-paling-langka-di-dunia-kini-hanya-20-ekor,-semuanya-di-satu-pulau
Dua Kali Dinyatakan Punah, Populasi Ular Paling Langka di Dunia Kini Hanya 20 Ekor, Semuanya di Satu Pulau
service

Di lepas pantai selatan Saint Lucia, sebuah pulau kecil bernama Maria Major menjadi rumah terakhir bagi satu-satunya populasi ular Erythrolamprus ornatusyang tersisa di dunia. Spesies yang juga dikenal sebagai Saint Lucia Racer ini sempat dinyatakan punah, ditemukan kembali, lalu diragukan keberadaannya untuk kedua kalinya sebelum akhirnya dipastikan masih bertahan hidup. Kini populasinya diperkirakan hanya sekitar 20 ekor, seluruhnya hidup di satu pulau seluas 12 hektare, menjadikan spesies ini kandidat kuat sebagai ular paling langka di Bumi. Kisah ular ini menarik bukan hanya karena jumlahnya yang sedikit, tapi karena perjalanannya yang naik turun selama hampir dua abad. Ia sempat dianggap hilang dari muka bumi, muncul kembali secara mengejutkan, lalu nyaris terlupakan lagi sebelum akhirnya dipastikan masih ada. Dinyatakan Punah, Ditemukan Kembali, Lalu Diragukan Lagi Erythrolamprus ornatus pertama kali dideskripsikan secara ilmiah pada 1851 oleh zoolog Inggris Albert Günther, kurator reptil di British Museum. Günther mencatat ular ini sebagai penghuni hutan kering dataran rendah Saint Lucia, salah satu pulau utama di Lesser Antilles, Karibia. Pada masa itu, ular ini bukan makhluk asing bagi penduduk setempat. Ia dikenal jinak dan tidak berbahaya, sering terlihat berjemur di siang hari di antara semak dan bebatuan dataran rendah, dengan warna coklat keabu-abuan dan garis samar di sepanjang tubuhnya yang membuatnya mudah menyatu dengan lingkungan sekitar. Memasuki akhir abad ke-19, lanskap ekologis Saint Lucia berubah cepat. Perluasan perkebunan tebu mendorong introduksi musang kecil India (Herpestes javanicus) untuk mengendalikan tikus ladang. Niat awal ini sebenarnya baik, tapi musang ternyata lebih suka berburu di siang hari, saat ular justru…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.