Thu,3 September 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Mencari Solusi Pengelolaan Sampah di Pulau-pulau Kecil

Mencari Solusi Pengelolaan Sampah di Pulau-pulau Kecil

mencari-solusi-pengelolaan-sampah-di-pulau-pulau-kecil
Mencari Solusi Pengelolaan Sampah di Pulau-pulau Kecil
service

Rizki tergopoh-gopoh masuk barisan. Dia segera mengenakan sarung tangan plastik yang panitia berikan. Sama dengan puluhan temannya yang lain, siswa SMPN 41 Satu Atap Makassar di Pulau Lae-lae, Sulawesi Selatan itu antusias mengikuti aksi bersih pantai hari itu. Pagi itu, Rabu (5/8/26) Himpunan Mahasiswa Antropologi (HUMAN) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin (Unhas)  menggelar aksi bersih sampah yang mereka kemas dalam program Belajar Atasi Sampah Bersama Siswa (Basis). Kegiatan  bagian dari pengabdian masyarakat itu berlangsung 5–7 Agustus lalu. Melalui kegiatan ini, para siswa tidak hanya belajar pentingnya menjaga lingkungan,  juga bagaimana mengolah sampah plastik agar bisa bernilai ekonomis. “Kami percaya perubahan besar selalu dari langkah-langkah kecil. Melalui BASIS, kami ingin menanamkan kesadaran kepada anak-anak bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama,” kata Nabila Ali, Koordinator Divisi Humas Human FISIP Unhas. Nabila bilang, melalui kegiatan ini, dia mengajak siswa memahami dampak buruk sampah plastik dan bagaimana cara menguranginya. Bagi masyarakat di pulau-pulau kecil, persoalan sampah jauh lebih kompleks. Sampah tidak hanya produksi dari daratan pulau, juga datang dari laut. Sementara sistem pengelolaan terbatas. “Botol minuman, kantong belanja, kemasan makanan, gelas sekali pakai dan berbagai produk rumah tangga hadir hampir setiap hari. Praktis dan murah, plastik menjadi pilihan utama masyarakat. Namun setelah digunakan, benda-benda itu berubah menjadi persoalan yang semakin sulit dikendalikan,” katanya. Sampah plastik tidak lagi sekadar persoalan kebersihan kota, telah menjadi masalah global yang menjalar ke sungai, pesisir dan laut. Sampah yang terbuang di daratan dapat terbawa aliran sungai hingga ke pesisir dan laut. “Di pulau-pulau kecil, persoalan…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.