Thu,3 September 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Selat Drake, Perairan Paling Ganas di Dunia dengan Rekam Jejak Iklim 140.000 Tahun

Selat Drake, Perairan Paling Ganas di Dunia dengan Rekam Jejak Iklim 140.000 Tahun

selat-drake,-perairan-paling-ganas-di-dunia-dengan-rekam-jejak-iklim-140.000-tahun
Selat Drake, Perairan Paling Ganas di Dunia dengan Rekam Jejak Iklim 140.000 Tahun
service

Selat Drake, perairan sepanjang sekitar 800 kilometer yang menghubungkan Samudra Pasifik dan Atlantik di antara Tanjung Horn, Chili, dan Kepulauan Shetland Selatan, dikenal luas sebagai salah satu jalur laut paling ganas di dunia, dengan ombak besar yang oleh pelaut disebut Drake Shake. Reputasi ini terbentuk selama berabad-abad, sejak kapal-kapal layar pertama mencoba melintasi ujung selatan Amerika untuk berpindah antara Samudra Pasifik dan Atlantik, jauh sebelum Terusan Panama dibangun sebagai jalur alternatif. Posisinya yang berada di titik pertemuan dua samudra sekaligus berbatasan langsung dengan perairan Antartika membuat selat ini tidak pernah benar-benar lepas dari perhatian ahli kelautan maupun pelaut komersial. Ombak besar menghantam geladak kapal saat melintasi Selat Drake, dampak dari infinite fetch yang membuat angin dan arus menumpuk energi tanpa halangan daratan di zona Furious Fifties dan Screaming Sixties. Turbulensi semacam ini justru menjadi bagian dari mekanisme yang membantu Samudra Selatan menyerap karbon dan panas dari atmosfer. (Foto: W. Bulach/Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0) Namun di balik reputasi itu, selat ini juga menjadi tempat mengalirnya Arus Lingkar Antartika, satu-satunya arus laut yang mengelilingi bumi tanpa terhalang daratan benua. Dasar laut di selat ini bahkan menyimpan rekaman sedimen berusia 140.000 tahun yang membantu ilmuwan merekonstruksi bagaimana arus ini berubah dari masa ke masa, dan bagaimana perubahan itu berkaitan dengan penyerapan karbon oleh Samudra Selatan. Sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal Nature Climate Change pada November 2025 baru saja mengungkap bagaimana arus ini tetap bertahan stabil di tengah perubahan pola angin global, temuan yang memperkuat posisi Selat Drake sebagai salah satu penjaga…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.