Ditulis oleh Pramirvan Datu •
KABARBURSA.COM – PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) membukukan pertumbuhan kinerja operasional konsolidasi sebesar 16,01 persen pada awal kuartal II 2026. Peningkatan tersebut setara dengan tambahan 56.260 unit kargo yang mencakup kendaraan penumpang utuh atau completely built up (CBU), alat berat, bus, dan truk dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Berdasarkan laporan produksi hingga April 2026, total kunjungan kapal atau shipcall di seluruh terminal yang dikelola IPCC mencapai 1.248 kali. Angka ini meningkat 21,17 persen dibandingkan capaian 1.030 shipcall pada periode yang sama tahun 2025.
Direktur Utama IPCC, Sugeng Mulyadi, menyampaikan bahwa pertumbuhan tersebut menjadi refleksi keberhasilan strategi perusahaan dalam mempererat hubungan dengan pelanggan. Di saat yang sama, stabilitas geopolitik global turut memberikan dorongan terhadap meningkatnya permintaan kargo internasional.
Segmen truk dan bus tampil sebagai kontributor utama pertumbuhan dengan lonjakan 59,10 persen atau bertambah 37.648 unit. Sementara itu, volume kendaraan CBU meningkat 6,40 persen hingga mencapai 295.262 unit. Kinerja positif juga terlihat pada segmen alat berat yang tumbuh 8,42 persen menjadi 11.094 unit.
Perkembangan tersebut sejalan dengan tren industri otomotif nasional. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) menunjukkan penjualan wholesales sepanjang Januari hingga April 2026 meningkat 12,5 persen menjadi 289.787 unit. Pada saat yang sama, ekspor kendaraan CBU turut mengalami kenaikan 10,4 persen menjadi 159.662 unit.
Sugeng menuturkan bahwa capaian operasional selama empat bulan pertama tahun ini mencerminkan tingginya kepercayaan pelaku industri terhadap peran IPCC sebagai operator terminal kendaraan yang mengedepankan standar layanan internasional.
Tidak hanya itu, perusahaan juga mencatat pertumbuhan signifikan pada penanganan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV). Jumlah unit yang ditangani meningkat dari 2.329 unit pada Januari menjadi 3.916 unit pada April 2026. Perseroan bahkan mulai melayani kendaraan hybrid untuk kebutuhan ekspor, menandai transformasi lanskap industri otomotif yang semakin mengarah pada elektrifikasi.
Menurut Sugeng, perusahaan berkomitmen memperkuat kapasitas dan mutu layanan terminal kendaraan melalui transformasi operasional yang adaptif, efisien, serta berkelanjutan. Langkah tersebut ditempuh guna mendukung kelancaran rantai pasok industri otomotif nasional yang terus berkembang.
Ke depan, IPCC bertekad melanjutkan berbagai inovasi berbasis teknologi sekaligus memperluas pengembangan infrastruktur yang selaras dengan kebutuhan dan pertumbuhan industri otomotif Indonesia yang kian dinamis.(*)





Comments are closed.