Sat,30 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Business
  3. Enam Saham Menguat Terbatas di Tengah IHSG yang Terseret Sentimen Global

Enam Saham Menguat Terbatas di Tengah IHSG yang Terseret Sentimen Global

enam-saham-menguat-terbatas-di-tengah-ihsg-yang-terseret-sentimen-global
Enam Saham Menguat Terbatas di Tengah IHSG yang Terseret Sentimen Global
service

KABARBURSA.COM – IHSG membuka perdagangan Jumat, 27 Maret 2026, dengan langkah yang tidak sepenuhnya mulus, seiring tekanan eksternal yang kembali membayangi pergerakan pasar. Di tengah ketidakpastian arah geopolitik global, indeks bergerak melemah sejak awal sesi dan bertahan di zona merah hingga penutupan sesi pertama.

Pada perdagangan sesi I, IHSG turun 63 poin atau 0,88 persen ke level 7.101. Tekanan tampak cukup merata, dengan indeks gagal mempertahankan momentum penguatan yang sempat terbentuk pada hari sebelumnya. Aktivitas pasar tetap tinggi, dengan volume transaksi mencapai 106,0 juta lot dan nilai transaksi sebesar Rp57,15 triliun.

Dari sisi pergerakan saham, tekanan terlihat dominan pada sejumlah saham berkapitalisasi besar. Saham-saham seperti AMRT, BREN, MBMA, ASII, AADI, BBTN, dan ITMG masuk dalam jajaran top losers LQ45.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa pelemahan tidak hanya terjadi secara sporadis, tetapi juga menyasar saham-saham dengan bobot besar di indeks. Di sisi lain, penguatan terbatas masih muncul pada saham seperti ANTM, CPIN, ADMR, AKRA, PGEO, dan AMMN.

Secara sektoral, hanya sektor kesehatan yang mampu bertahan di zona hijau dengan kenaikan tipis 0,39 persen. Sementara itu, sektor perindustrian menjadi yang paling tertekan dengan penurunan 1,53 persen. 

Saham-saham seperti INDS yang turun 9,68 persen, ASII 2,80 persen, hingga UNTR dan SMSM masing-masing melemah 1,22 persen, memperlihatkan tekanan yang cukup dalam di sektor ini.

Bursa Asia Bergerak Bervariasi

Arah pergerakan IHSG juga tidak terlepas dari dinamika global yang masih bergejolak. Bursa saham Asia pada hari yang sama bergerak bervariasi, mencerminkan respons pasar terhadap perkembangan terbaru di Timur Tengah. 

Ketidakpastian terkait prospek gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran masih menjadi faktor utama yang memengaruhi sentimen.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperpanjang tenggat waktu potensi serangan terhadap infrastruktur energi Iran selama 10 hari hingga 6 April. Langkah ini disebut sebagai bagian dari ruang negosiasi yang diminta oleh Iran, di tengah laporan bahwa sejumlah kapal tanker minyak telah melintasi Selat Hormuz. 

Namun, pernyataan yang saling bertolak belakang antara kedua pihak membuat arah negosiasi masih belum jelas.

Di kawasan Asia, pergerakan indeks utama menunjukkan pola yang tidak seragam. Indeks Shanghai naik 0,26 persen dan Shenzhen Composite menguat 0,93 persen, sementara Hang Seng bertambah 0,54 persen. 

Sebaliknya, tekanan terlihat pada Kospi yang turun 1,66 persen dan Taiex melemah 1,27 persen, menunjukkan bahwa sebagian pasar masih merespons risiko global secara lebih defensif.

Tekanan dari global juga tercermin dari kinerja Wall Street yang sebelumnya ditutup melemah. Indeks S&P 500 turun 1,7 persen, menjadi penurunan harian terbesar sejak awal tahun 2026. Nasdaq Composite turun lebih dalam sebesar 2,4 persen hingga masuk ke wilayah koreksi, sementara Dow Jones Industrial Average melemah 1,01 persen.

Rupiah Melemah, Yen Menguat Tipis

Pergerakan mata uang di kawasan Asia turut mencerminkan kondisi yang serupa. Rupiah tercatat melemah 0,28 persen ke level 16.952 per dolar AS, sejalan dengan pelemahan sejumlah mata uang regional seperti rupee dan ringgit. 

Di sisi lain, yen justru menguat tipis, menunjukkan adanya pergeseran sebagian aliran dana ke aset yang dianggap lebih aman.

Kombinasi antara tekanan global, pergerakan bursa regional yang bervariasi, serta pelemahan pada saham-saham berkapitalisasi besar membuat IHSG bergerak dalam tekanan pada sesi pertama perdagangan hari ini. 

Dinamika ini memperlihatkan bahwa arah pasar masih sangat dipengaruhi oleh perkembangan eksternal, terutama yang berkaitan dengan geopolitik dan pergerakan pasar global.(*)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.