Mon,27 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. #Aswaja
  3. Eropa Dilanda Cuaca Panas Ekstrem, Apakah Indonesia Mengalami Hal yang Sama? Ini Penjelasan BMKG

Eropa Dilanda Cuaca Panas Ekstrem, Apakah Indonesia Mengalami Hal yang Sama? Ini Penjelasan BMKG

eropa-dilanda-cuaca-panas-ekstrem,-apakah-indonesia-mengalami-hal-yang-sama?-ini-penjelasan-bmkg
Eropa Dilanda Cuaca Panas Ekstrem, Apakah Indonesia Mengalami Hal yang Sama? Ini Penjelasan BMKG
service

Jakarta, NU Online

Gelombang panas ekstrem yang melanda sejumlah negara di Eropa memunculkan kekhawatiran masyarakat mengenai kemungkinan kondisi serupa terjadi di Indonesia. Namun, Pakar Perubahan Iklim Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Ari Kurniadi, menegaskan bahwa fenomena yang terjadi di Indonesia berbeda dengan gelombang panas ekstrem di Eropa.

Menurut Ari, berdasarkan hasil pengamatan BMKG, suhu udara rata-rata nasional selama semester pertama 2026 memang lebih hangat dibandingkan kondisi normal.

“Saat ini memang banyak berita tentang kondisi panas terutama di Eropa. Untuk Indonesia sendiri berdasarkan data pengamatan BMKG, suhu udara rata-rata nasional tahun 2026 juga menunjukkan kondisi yang lebih hangat dari normalnya,” ujarnya dalam unggahan media sosial BMKG yang dikutip NU Online, Selasa (7/7/2026).

Ia menjelaskan, sejak Januari hingga Juni 2026 seluruh bulan mencatat anomali suhu positif. Bahkan, Juni 2026 menjadi bulan Juni terpanas berdasarkan hasil pengamatan BMKG.

“Sejak Januari hingga Juni 2026, seluruh bulan mengalami anomali positif. Terlebih lagi, Juni 2026 mencatat anomali sebesar 0,7 derajat Celsius dan menjadi Juni terpanas,” katanya.

Meski demikian, Ari menegaskan bahwa peningkatan suhu di Indonesia tidak dapat disamakan dengan gelombang panas ekstrem yang terjadi di Eropa.

“Jadi Indonesia memang lebih panas dari biasanya dan yang teramati adalah kenaikan suhu rata-rata nasional, bukan gelombang panas ekstrem seperti yang terjadi di Eropa,” tegasnya.

Ia menambahkan, hingga pertengahan 2026 kondisi tersebut masih belum melampaui rekor suhu terpanas yang tercatat pada 2024.

“Jika dibandingkan dengan 2024 sebagai tahun terpanas di Indonesia, kondisi 2026 sekarang ini masih belum melampaui tahun terpanas tersebut,” ujarnya.

Berdasarkan data BMKG, rata-rata anomali suhu pada Januari hingga Juni 2026 mencapai sekitar 0,45 derajat Celsius. Sementara itu, pada periode yang sama tahun 2024, anomali suhu tercatat sekitar 0,8 derajat Celsius.

“Artinya, semester pertama 2026 saat ini masih berada di bawah semester pertama tahun terpanas 2024,” katanya.

Karena itu, Ari menilai perkembangan suhu udara nasional masih perlu terus dipantau sebelum dapat disimpulkan apakah 2026 akan menjadi tahun terpanas yang baru.

“Jadi, 2026 tetap perlu kita pantau. Namun, sampai pertengahan tahun ini belum dapat kita katakan akan melampaui rekor panas tahun 2024 dan masih perlu menunggu perkembangan tiga sampai empat bulan ke depan,” pungkasnya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.