Wed,22 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. Gangguan Indra Penciuman Bisa Jadi Tanda Awal Alzheimer, Ini Temuan Studi

Gangguan Indra Penciuman Bisa Jadi Tanda Awal Alzheimer, Ini Temuan Studi

gangguan-indra-penciuman-bisa-jadi-tanda-awal-alzheimer,-ini-temuan-studi
Gangguan Indra Penciuman Bisa Jadi Tanda Awal Alzheimer, Ini Temuan Studi
service

Jakarta

Tahukah Bunda? Gangguan pada indra penciuman mungkin merupakan salah satu tanda peringatan dini penyakit Alzheimer, yang muncul bahkan sebelum penurunan daya ingat terjadi.

Alzheimer adalah penyebab demensia yang paling umum. Ini dikenal juga sebagai proses biologis yang dimulai dengan munculnya penumpukan protein dalam bentuk pal amiloid dan kekusutan neurofibril di otak.

Gejala awal penyakitnya meliputi melupakan kejadian atau percakapan yang terjadi baru-baru ini. Seiring waktu, Alzheimer menyebabkan penurunan daya ingat yang serius dan memengaruhi kemampuan seseorang untuk melakukan tugas sehari-hari.

Namun ternyata, sebuah penelitian mengungkap bahwa gejala awal Alzheimer juga dapat dikenali melalui gangguan pada indra penciuman, Bunda.

Dilansir dari laman Science Daily, penelitian baru dari para ilmuwan di DZNE dan Ludwig-Maximilians – Universität München (LMU) membuka wawasan baru tentang mengapa hal ini terjadi.

Studi tersebut menunjukkan bahwa sistem kekebalan otak berperan penting, dengan kemungkinan keliru menyerang serabut saraf yang berfungsi mendeteksi bau.

Diterbitkan di Nature Commnunications, penelitian ini menggabungkan bukti dari tikus dan manusia. Termasuk analisis jaringan otak dan apa yang disebut pemindaian PET. Temuan ini dapat membantu meningkatkan deteksi dini dan membuka jalan untuk pengobatan lebih awal.

Menurut para peneliti, masalah yang berkaitan dengan penciuman muncul ketika sel-sel imun di otak, yang dikenal sebagai “mikroglia”, mulai menghilangkan koneksi antara dua wilayah penting, yakni bulbus olfaktorius dan locus coeruleus.

Bulbus olfaktorius, yang terletak di otak depan, memproses sinyal dari reseptor aroma di hidung. Locus coeruleus, yang ditemukan di batang otak, membantu mengatur proses ini melalui serabut saraf panjang yang memanjang ke bulbus olfaktorius.

“Locus coeruleus mengatur berbagai mekanisme fisiologis. Ini termasuk, misalnya, aliran darah serebral, siklus tidur-bangun, dan pemrosesan sensorik. Yang terakhir berlaku, khususnya, juga untuk indra penciuman,” ujar ilmuwan di DZNE dan LMU, Dr. Lars Paeger.

“Studi kami menunjukkan bahwa pada tahap awal penyakit Alzheimer, terjadi perubahan pada serabut saraf yang menghubungkan locus coeruleus ke bulbus olfaktorius. Perubahan ini memberi sinyal kepada mikroglia bahwa serabut yang terpengaruh rusak atau berlebihan. Akibatnya, mikroglia menghancurkannya,” ujarnya.

Para peneliti menemukan bahwa masalah penciuman pada penyakit Alzheimer dan kerusakan saraf ternyata telah dibahas sejak lama, Bunda. Namun, penyebabnya masih belum jelas hingga saat ini.

“Sekarang, temuan kami menunjukkan mekanisme imunolgis sebagai penyebab disfungsi tersebut, dan khususnya, bahwa kejadian tersebut sudah muncul pada tahap awal penyakit Alzheimer,” ungkap pemimpin kelompok riset di DZNE dan LMU serta anggota Klaster Keunggulan “SyNergy” yang berbasis di Munich, Joachim Herms.

Cara mencegah penyakit Alzheimer

Dilansir dari laman Cleveland Clinic, ada beberapa faktor risiko Alzheimer yang tidak dapat diubah atau kendalikan, seperti usia dan genetika. Namun, Bunda mungkin dapat mengelola faktor lain untuk membantu mengurangi risikonya. Berikut beberapa di antaranya:

1. Ikuti rencana makan sehat

Mengonsumsi berbagai makanan bergizi dapat membantu menjaga kesehatan otak dan secara keseluruhan.

2. Lakukan banyak aktivitas fisik

Olahraga dan aktivitas fisik meningkatkan aliran darah dan oksigen ke otak, yang dapat meningkatkan kesehatan sel otak. Bunda dapat melakukan aktivitas sederhana seperti berjalan kaki, bersepeda, atau hobi apa pun yang menggerakkan tubuh.

3. Jaga agar pikiran tetap aktif

Luangkan waktu untuk mengikuti permainan tertentu, membaca, mengerjakan teka-teki silang, memainkan alat musik, atau melakukan hobi lain yang menantang otak untuk menggunakan dan mempelajari keterampilan baru.

4. Terhubung secara sosial

Berkomunikasi secara teratur dengan orang-orang terdekat, gabung dengan kegiatan kelompok, seperti ibadah keagamaan, kelas olahraga, klub buku, atau sukarelawan, yang dapat membantu menjaga otak tetap aktif.

Nah, itulah penjelasan terkait gangguan indra penciuman yang menjadi tanda awal penyakit Alzheimer hingga beberapa cara mencegah risikonya yang dapat Bunda lakukan. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.