Thu,30 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. GERD pada Bayi: Ketahui Penyebab dan Tanda Bahaya yang Perlu Diwaspadai

GERD pada Bayi: Ketahui Penyebab dan Tanda Bahaya yang Perlu Diwaspadai

gerd-pada-bayi:-ketahui-penyebab-dan-tanda-bahaya-yang-perlu-diwaspadai
GERD pada Bayi: Ketahui Penyebab dan Tanda Bahaya yang Perlu Diwaspadai
service

Jakarta

Belakangan ini, cerita seorang Bunda di media sosial tentang bayinya yang menjalani pengobatan GERD sempat menarik perhatian. Kondisi ini tentu membuat orang tua khawatir jika Si Kecil mengalami masalah pencernaan.

Bicara soal ini, dokter spesialis kesehatan anak di Palembang, dr. Sri Kesuma Astuti, Sp.A, Subsp. GH(K), menjelaskan bahwa GERD atau Gastroesophageal Reflux Disease pada bayi dan anak yang lebih besar ternyata berbeda.

“Pertama-tama GERD pada bayi dan anak yang lebih besar itu berbeda. Kita akan bahas pada bayi dulu. Sebelum itu, Bapak Ibu perlu tahu dulu beda makna dari refluks, gumoh, dan muntah,” tulis dr. Astuti, dikutip dari akun Instagram @idai_ig.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dokter Astuti menyampaikan bahwa refluks adalah kondisi saat isi lambung mengalir kembali ke kerongkongan tanpa disertai usaha dari bayi. Isi lambung ini tidak hanya makanan dan minuman, tapi juga bisa berupa asam lambung, asam empedu, dan enzim pencernaan.

Sementara itu, gumoh terjadi ketika isi lambung tersebut naik hingga ke rongga mulut lalu keluar kembali dari mulut bayi. Lalu, muntah merupakan usaha bayi untuk mengeluarkan isi lambung melalui mulut.

Berbicara soal GERD, kondisi ini terjadi ketika refluks berlangsung lebih sering atau disertai gangguan lain yang menimbulkan ketidaknyamanan pada bayi. Lalu apa yang jadi penyebab bayi mengalami GERD?

Sebelum kita bahas lebih jauh, Bunda harus pahami terlebih dahulu bahwa gumoh pada bayi sebenarnya cukup sering terjadi. Kondisi ini masih dianggap normal, terlebih pada usia awal kehidupan Si Kecil.

“Sebetulnya gumoh pada bayi sebagian besar normal dan seiring usia bertambah kejadiannya akan menurun,” kata dr. Astuti.

Gumoh terjadi karena sistem pencernaan bayi belum berkembang sempurna, terutama bagian yang menghubungkan kerongkongan dan lambung, Bunda.

Selain itu, bayi juga lebih sering mengonsumsi susu dalam bentuk cair yang lebih mudah kembali naik. Ditambah lagi, kapasitas lambung bayi masih kecil sehingga cepat penuh. Kondisi inilah yang membuat gumoh lebih sering terjadi pada bayi.

Menurut dr. Astuti, gumoh dapat mengandung asam lambung, empedu, dan enzim pencernaan. Namun, kondisi ini tidak langsung berbahaya bagi bayi.

“Gumoh memang bisa berisi asam lambung, empedu, dan enzim pencernaan. Namun, kerusakan kerongkongan hingga menyebabkan GERD jarang terjadi, karena tubuh anak memiliki mekanisme perlindungan alami,” ujarnya.

Bunda perlu tahu, tubuh bayi sebenarnya sudah memiliki perlindungan untuk mencegah dampak dari asam lambung. Air liur dan cairan di kerongkongan mereka dapat menetralkan asam tersebut.

Namun, jika perlindungan ini tidak optimal, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi GERD. Dokter Astuti menjelaskan bahwa GERD pada bayi terjadi ketika aliran balik isi lambung ke kerongkongan menimbulkan gejala yang mengganggu.

“GERD adalah ketika refluks (aliran balik isi lambung ke kerongkongan) menimbulkan gejala yang mengganggu dan atau komplikasi,” ujar dr. Astuti.

Dengan demikian, kondisi gumoh yang disertai gejala mengganggu dapat berkembang menjadi GERD pada bayi. Hal ini terjadi karena perlindungan tubuh tidak dapat melindungi kerongkongan dengan baik.

Tanda bahaya GERD pada bayi

Dikutip dari akun Instagram @idai_ig, berikut ini tanda bahaya GERD pada bayi yang perlu Bunda waspadai:

  • Muntah darah
  • Pertumbuhan berat badan tidak sesuai usia
  • Postur Sandifer (melengkungkan punggung)
  • Rewel berkepanjangan
  • Menolak makan
  • Sembelit atau diare
  • Gangguan tidur

Cara mengurangi risiko GERD pada bayi

Orang tua bisa mencoba beberapa langkah untuk membantu mengurangi risiko GERD pada bayi. Simak penjelasan selengkapnya:

  1. Perbaiki teknik menyusui yang benar agar bayi dapat menyusu dengan lebih nyaman.
  2. Hindari pemberian makan berlebihan karena dapat membuat lambung bayi cepat penuh dan memicu gumoh.
  3. Frekuensi makanan disesuaikan dengan kebutuhan bayi agar pencernaan tetap bekerja dengan baik.

Itulah penjelasan mengenai GERD pada bayi, seperti penyebab dan tanda bahaya yang perlu diwaspadai. Semoga informasinya memberi manfaat ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.