Fri,22 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Ghaddul Bashar sebagai Prinsip Pengendalian Cara Pandang dalam Islam

Ghaddul Bashar sebagai Prinsip Pengendalian Cara Pandang dalam Islam

ghaddul-bashar-sebagai-prinsip-pengendalian-cara-pandang-dalam-islam
Ghaddul Bashar sebagai Prinsip Pengendalian Cara Pandang dalam Islam
service

Mubadalah.id – Ajaran Islam menempatkan konsep ghaddul bashar sebagai salah satu tuntunan utama dalam praktik isti’faf atau menjaga kehormatan diri. Prinsip ini tercantum dalam Al-Qur’an Surah An-Nur ayat 30–31 yang memerintahkan laki-laki dan perempuan beriman untuk menundukkan pandangan.

Dalam kajian tafsir dan etika Islam, perintah tersebut tidak dipahami sebatas tindakan fisik menundukkan mata, melainkan juga sebagai pengendalian cara pandang mental dan sosial terhadap orang lain.

Para pengkaji keislaman menilai bahwa makna ghaddul bashar mencakup kontrol terhadap perspektif yang memandang individu lain sebagai manusia utuh, bukan sekadar objek hasrat seksual.

Perspektif ini dianggap penting dalam membangun relasi sosial yang sehat dan berlandaskan penghormatan terhadap martabat manusia. Tanpa perubahan cara pandang, penundukan mata secara fisik tidak cukup untuk mencegah seseorang memandang orang lain secara objektifikatif.

Dalam sejumlah kajian sosial-keagamaan, objektifikasi terhadap perempuan sebagai salah satu faktor yang berkontribusi pada munculnya perilaku pelecehan dan kekerasan seksual.

Fenomena ini menunjukkan bahwa praktik kekerasan dapat terjadi bahkan ketika perempuan telah memenuhi standar berpakaian yang sesuai dengan norma kesopanan. Hal tersebut menegaskan bahwa akar persoalan tidak semata terletak pada penampilan tetapi pada perspektif dan sikap pelaku.

Konsep ghaddul bashar kemudian dapat kita pahami sebagai instrumen etika yang mendorong individu untuk melihat sesama manusia sebagai subjek penuh dengan dimensi intelektual, sosial, dan spiritual.

Dengan perspektif ini, relasi antarmanusia sebaiknya harus bersikap saling menghormati, bekerja sama. Serta menjaga satu sama lain dari tindakan yang merugikan.

Bahkan, para ulama menempatkan pengendalian pandangan sebagai bagian dari pembentukan akhlak terpuji. Praktik ini kita yakini dapat membantu seseorang membangun disiplin diri dalam interaksi sosial. Sehingga terbentuk karakter yang mampu menjaga kehormatan pribadi sekaligus menghormati orang lain dalam kehidupan bermasyarakat. []

Sumber tulisan: Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

Redaksi

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.