Sat,11 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Health
  3. Gunung Semeru Kembali Erupsi, Potensi Bahaya Banjir Lahar

Gunung Semeru Kembali Erupsi, Potensi Bahaya Banjir Lahar

gunung-semeru-kembali-erupsi,-potensi-bahaya-banjir-lahar
Gunung Semeru Kembali Erupsi, Potensi Bahaya Banjir Lahar
service

Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali meningkat setelah rentetan erupsi beruntun terjadi sejak 20 Juni lalu. Kondisi ini dikuatkan oleh status dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang menetapkan gunung tertinggi di Pulau Jawa ini berada pada Level III (Siaga). Meski di tengah ancaman bahaya, aktivitas penambangan di jalur aliran lahar dilaporkan masih ramai.

Dosen Geografi UGM, Indranova Suhendro, mengingatkan ancaman Gunung Semeru tidak hanya berasal dari erupsi. Ia menilai bahaya banjir lahar justru menjadi salah satu ancaman paling signifikan karena banyaknya material vulkanik lepas yang tersedia di lereng gunung.

“Material hasil erupsi harian yang berupa pasir, kerikil, dan batu dapat dengan mudah terbawa air hujan menuju sungai,” katanya, di Yogyakarta, Senin, 29 Juni 2026, dikutip dari situs UGM.

Nova menjelaskan lahar dari hasil erupsi tergolong berbahaya karena dapat datang secara tiba-tiba. Hujan yang terjadi di puncak gunung dapat memicu lahar yang kemudian mengalir melalui sungai-sungai berhulu di Semeru. “Bisa saja di bawah tidak hujan, tetapi di puncak hujan deras dan tiba-tiba lahar datang. Yang berbahaya itu karena laharnya membawa bongkahan material besar,” ujarnya.

Terlebih di Semeru, ia menekankan wilayah aliran sungai Besuksemut merupakan jalur utama yang harus diwaspadai. Hal ini karena menjadi lintasan awan panas maupun lahar. Oleh karena itu, PVMBG secara konsisten mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di radius tertentu maupun di sepanjang alur sungai tersebut.

Menanggapi masih adanya aktivitas penambangan pasir yang masih berlangsung di kawasan Semeru, Nova mengakui persoalan itu cukup kompleks. Di satu sisi, berkaitan dengan sumber mata pencaharian, tetapi bersamaan dalam menyimpan risiko keselamatan yang tinggi.

“Kalau dari kacamata sains dan keselamatan, sebenarnya aktivitas itu tidak boleh dilakukan sama sekali. Namun, di sisi lain itu juga mata pencaharian mereka. Jadi, ini persoalan yang sangat sulit sehingga kebijakan terkait ini sangat tricky (rumit),” tuturnya.

Ia menyatakan larangan total terhadap aktivitas penambangan tidak mudah diterapkan. Karena itu, disebutkan Nova langkah yang paling realistis adalah meningkatkan standar keselamatan kerja. Terlebih memastikan perusahaan yang mempekerjakan penambang memiliki tanggung jawab terhadap keselamatan pekerjanya.

Nova menyampaikan manusia pada dasarnya hidup berdampingan dengan gunung api. Terlebih, gununglah yang telah ada jauh sebelum manusia hadir. Oleh karena itu, masyarakat perlu memahami karakteristik gunung api dan mematuhi berbagai imbauan.

“Jadi, ketika manusia memang sudah memilih jalan hidup untuk berdampingan dengan mereka, sudah seharusnya manusia memahami dan siap akan konsekuensinya. Ketika gunung sedang aktif, patuhilah himbauan dari pemangku kebijakan dan para ahli agar tetap aman,” katanya.

Ia menjelaskan setiap gunung api memiliki karakteristik yang berbeda sehingga potensi bahaya yang ditimbulkan tidak sama. Menurutnya, setiap gunung seperti manusia yang punya karakteristik masing-masing. Hasil penelitian yang pernah dilakukannya bersama tim, membuktikan bahwa fraksi kristal yang terkandung di dalam magma Gunung Semeru mencapai 50 persen.

Artinya, kata dia, magma Gunung Semeru cukup kental karena tidak hanya tersusun oleh cairan tetapi juga padatan atau kristal dengan rasio sekitar 50:50. “Dengan kondisi ini, maka magma yang keluar akan dierupsikan sebagai kubah lava yang berwujud seperti bisul,” ujarnya.

Kondisi itu, menurut dia, disertai dengan keberlangsungan ekstrusi dan tingkat kecuraman yang sangat tinggi. Hal tersebut membuat kubah lava yang terbentuk di puncak menjadi rentan mengalami longsoran atau collapse sehingga bertransformasi menjadi aliran piroklastik atau biasa disebut wedhus gembel.

“Ketika magma dari bawah terus mendesak kubah lava yang sudah ada di puncak dan tidak stabil, kubah tersebut dapat runtuh menghasilkan guguran awan panas,” ujarnya.

Menurut Nova, fenomena aliran piroklastik dengan skala cukup besar pernah terjadi pada 4 Desember 2021. Saat itu, aliran piroklastik meluncur hingga sekitar 15–16 kilometer dari puncak gunung.

Selain faktor aktivitas magma, ia menyebutkan hujan juga menjadi faktor yang memperbesar potensi longsoran kubah lava. Ia menerangkan curah hujan dapat membuat material di sekitar kawah menjadi licin sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya longsoran kubah lava.

Ia menambahkan selain menghasilkan aliran piroklastik guguran, Semeru juga dikenal dengan erupsi bertipe Vulkanian. Erupsi ini terjadi akibat akumulasi gas yang terperangkap oleh kubah lava yang akhirnya meledak dan melontarkan material ke udara.

“Erupsi Vulkanian sangat intens terjadi di Semeru dengan interval kejadian dalam hitungan jam hingga menit. Namun, dampak umumnya bersifat lokal dan terbatas di sekitar kawah,” tuturnya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.