Sebanyak 15 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diumumkan sebagai peserta Women’s Empowerment Principles (WEPs) Corporate Action Lab Indonesia Cohort 2, yang diselenggarakan oleh UN Women dan PT Danantara Asset Management dengan dukungan Pemerintah Australia.
Melalui program ini, perusahaan-perusahaan peserta akan mendapat pendampingan terstruktur untuk mengubah komitmen kepemimpinan menjadi kebijakan dan praktik nyata di tempat kerja. Keikutsertaan ini sekaligus menandai babak baru dari inisiatif Danantara dalam memperkuat Respectful and Inclusive Workplace di seluruh ekosistem BUMN.
Pengumuman pada Rabu, 8 Juni 2026 ini menyusul peluncuran Danantara Respectful & Inclusive Workplace Playbook, yang menyediakan kerangka kerja bagi BUMN dalam membangun tempat kerja yang inklusif dan saling menghargai.
Managing Director Human Capital Danantara Indonesia, PT Danantara Asset Management, Agus Dwi Handaya menyatakan Danantara Respectful and Inclusive Workplace Playbook tidak bisa dilihat sebagai dokumen kepatuhan sendiri. Ia adalah bagian dari performance architecture, cara kita memastikan bahwa respect, inclusion, fairness, dan well-being masuk ke dalam tata kelola, sistem, perilaku, indikator kinerja, dan akhirnya menjadi nilai bisnis yang nyata.
“Semoga langkah ini menjadi awal dari budaya kerja BUMN yang mendukung pekerja untuk memberikan kontribusi terbaik bagi Indonesia,” ucap Agus.
Sementara itu, Wahyu Setyawan, Deputi Sumber Daya Manusia dan Keberlanjutan, Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara mengatakan untuk bersaing di tingkat global, BUMN butuh inovasi, perspektif perempuan, pemikiran generasi muda, hingga kontribusi dari rekan-rekan penyandang disabilitas. Ia berharap Respectful and Inclusive Workplace Policy tidak sekedar menjadi lembaran kebijakan, namun menjadi budaya kerja yang dihidupkan.
“Mari kita jadikan tempat kerja yang menghormati satu sama lain dan inklusif sebagai identitas BUMN Indonesia,” ucap Wahyu.
Riset menunjukkan tempat kerja yang saling menghormati dan inklusif sangat penting bagi kesejahteraan pekerja sekaligus kinerja bisnis. Studi Boston Consulting Group tahun 2023 di Asia Tenggara menemukan bahwa komitmen kepemimpinan yang kuat terhadap keberagaman, kesetaraan dan inklusivitas dapat memotong risiko turnover karyawan hingga 9 persen. Sementara itu, lebih dari setengah pekerja yang mengikuti survei mengungkapkan bahwa mereka akan pindah ke perusahaan yang lebih inklusif.
Di Indonesia, studi ILO menunjukkan bahwa 77 persen perusahaan dengan keberagaman gender yang lebih tinggi melaporkan keuntungan langsung terhadap bisnis, mulai dari profit yang lebih tinggi hingga retensi yang lebih kuat. Temuan ini menunjukkan bahwa membangun budaya kerja dan tim yang inklusif bukan hanya baik untuk pekerja, tapi juga baik untuk bisnis.
WEPs Corporate Action Lab Cohort 2 akan mendukung perusahaan peserta dalam mengadaptasi prinsip-prinsip Playbook menjadi kebijakan dan inisiatif perusahaan praktis, sehingga membantu mendorong implementasinya di seluruh ekosistem BUMN.
Selama delapan bulan ke depan, perusahaan peserta akan berpartisipasi dalam program akselerasi yang mengkaji kebijakan di tempat kerja menggunakan WEPs Gender Gap Analysis Tool, workshop teknis, peer learning, dan pelatihan untuk merancang, menguji, dan mengukur inisiatif untuk mendukung lingkungan kerja yang inklusif dan saling menghargai.
Perusahaan yang akan berpartisipasi di Cohort 2, antara lain:
▪️PT Aneka Tambang
▪️PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
▪️PT Bukit Asam (Persero) Tbk
▪️PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
▪️PT Jasa Marga (Persero) Tbk
▪️PT Kereta Api Indonesia
▪️PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero)
▪️PT Prima Layanan Nasional Enjiniring
▪️PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero)
▪️PT TASPEN (Persero)
▪️PT Telekomunikasi Indonesia Tbk
▪️PT Vale Indonesia
▪️PT Waskita Karya (Persero) Tbk
▪️Perum Bulog
▪️Perum Jasa Tirta II
Gita Sabharwal, Kepala Perwakilan PBB di Indonesia mengapresiasi kolaborasi antara UN Women dan Danantara, “Kami bangga mendukung cohort kedua BUMN yang mengadopsi Respectful and Inclusive Workplace Playbook berdasarkan Women’s Empowerment Principles (WEPs). Perusahaan-perusahaan ini mengubah komitmen menjadi aksi nyata untuk memajukan kesetaraan gender, serta menciptakan tempat kerja yang lebih inklusif, saling menghormati, dan lebih siap untuk pertumbuhan berkelanjutan.”
WEPs Corporate Action Lab adalah inisiatif dari UN Women Gender Action Lab: Innovation and Impact for Gender Equality in Asia-Pacific, didukung oleh Pemerintah Australia. Dilaksanakan bersama PT Danantara Asset Management Indonesia, WEPs Corporate Action Lab mendukung BUMN dalam menerjemahkan komitmen kepemimpinan menjadi langkah konkret untuk membangun tempat kerja yang inklusif dan saling menghormati.





Comments are closed.