Wed,9 September 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Gus Mus Paparkan 2 Pendekatan Orang Beragama

Gus Mus Paparkan 2 Pendekatan Orang Beragama

gus-mus-paparkan-2-pendekatan-orang-beragama
Gus Mus Paparkan 2 Pendekatan Orang Beragama
service

Jakarta, NU Online 
Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) menyebutkan bahwa pendekatan orang yang beragama hanya ada dua. Yaitu, pendekatan karena takut dan karena senang atau cinta.

Adapun wujud pendekatan yang pertama tecermin dari kalangan orang-orang yang lebih mengedepankan aspek fiqih dalam menjalankan agama. Sedangkan pendekatan yang kedua dapat dilihat dari perilaku beragama dari kalangan orang-orang sufi.

“Makanya kalau memaknai ‘ittakullaaha’ wedio siro (takutlah kalian). Kok bisa: “Takutlah”? Karena takwa menurut mereka adalah takut. Itu pendekatan fiqih. Kalau orang sufi pendekatannya cinta. Jadi orang sufi itu sembahyang, puasa karena cinta kepada Allah,” katanya saat Ngaji Riyadus Shalihin, dikutip dari kanal Youtube Gus Mus Channel, Jumat (8/5/2026).

Gus menjelaskan hal ini ketika menerangkan hadits Rasulullah tentang larangan berpakaian yang menjulur ke bawah. Redaksinya sebagai berikut: 

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَنْظُرُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِلَى مَنْ جَرَّ إِزَارَهُ بَطَرًا

Artinya, “Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Allah tidak melihat pada hari kiamat nanti kepada orang yang menjulurkan pakaian bagian bawah (hingga melewati mata kaki) karena sombong.” 

Hadits ini menurut Gus Mus kerap dijadikan dasar tren berpakaian lebih minimalis dengan memotong bagian bawah celana atau jubah lebih pendek, hingga di atas mata kaki.

“Dari saking takutnya supaya tidak masuk ‘man jarra izarahu’, makanya dipotong celananya jadi cingkrang,” jelas pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang, Jawa Tengah ini.

Pakaian cingkrang bukan suatu kesalahan atau hal yang dilarang. Ini cerminan dari pola beragama dengan pendekatan-pendekatan tertentu. Masalahnya, pakaian semacam ini oleh sebagian penggunanya dianggap sebagai identitas yang berlebihan. 

“Nah, tapi lama-lama digunakan untuk pamer juga. Nah itu, dibuat tanda bahwa dia benar-benar takut kepada Allah. Bahwa yang takwa itu orang yang kayak gitu. Lha itu malah kebalik lagi. Bahwa cingkrang itu karena ‘batharan’ juga,” ungkapnya.

Menurut Gus Mus, yang paling penting dipahami dalam hadits itu adalah redaksi ‘batharan’. Karena letak larangan menggunakan pakaian hingga menjulur ke tanah pada hadits tersebut karena pamer atau sombong. 

“Yang penting batharan-nya itu yang dilarang. Bukan karena ngelembre dan tidaknya. Karena orang yang memakai pakaian ngelembre itu ada yang batharan ada yang tidak,” terangnya.

“Di sini (hadits ini) sudah jelas, …ila man jarra izarahu batharan. Ada yang batharan ada yang enggak. Lha ini yang batharan, yang tidak dilihat Gusti Allah itu,” pungkasnya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.