Sun,3 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Gus Yahya Dorong Penguatan Ketahanan Sosial Hadapi Dampak Konflik Global

Gus Yahya Dorong Penguatan Ketahanan Sosial Hadapi Dampak Konflik Global

gus-yahya-dorong-penguatan-ketahanan-sosial-hadapi-dampak-konflik-global
Gus Yahya Dorong Penguatan Ketahanan Sosial Hadapi Dampak Konflik Global
service

Jakarta, NU Online

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlhatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menekankan pentingnya penguatan ketahanan masyarakat dalam menghadapi dampak konflik global khususnya perang di Timur Tengah yang dinilainya telah memberi efek luas ke berbagai negara.

“Kita tahu telah terjadi perang di Timur Tengah dan ada dampak-dampak yang bersifat global dan sudah dirasakan oleh banyak negara,” ujar Gus Yahya dalam konferensi pers di Gedung PBNU, Jakarta, Jumat (10/4/2026).

Menurutnya, dampak konflik tidak hanya dirasakan di kawasan yang berperang, tetapi juga menjalar ke berbagai sektor global termasuk energi dan ekonomi yang pada akhirnya berdampak langsung pada masyarakat.

Gus Yahya menegaskan bahwa situasi global saat ini menuntut kesiapan masyarakat untuk mampu bertahan dan saling menguatkan.

“Kita harus membangun apa yang saya istilahkan sebagai societal resilience,” katanya.

Ia menjelaskan, societal resilience adalah kemampuan masyarakat untuk tetap kuat menghadapi tekanan dan tantangan besar yang datang dari situasi global yang tidak menentu.

Societal resilience itu artinya realitas ketahanan di tingkat masyarakat. Bahwa masyarakat kita ini tahan menghadapi tantangan-tantangan besar yang sedang datang,” lanjutnya.

Gus Yahya menilai modal utama untuk membangun ketahanan sosial adalah tradisi gotong royong yang telah mengakar di masyarakat.

“Kita beruntung kita punya tradisi gotong royong. Dan kita harus membangun model supaya masyarakat kita di tingkat akar rumput ini bisa saling tolong-menolong,” ujarnya.

Ia mencontohkan praktik solidaritas saat bencana gempa di Yogyakarta, di mana masyarakat saling membantu dengan menampung keluarga yang kehilangan tempat tinggal.

“Kita ingat dulu ketika ada bencana gempa bumi di wilayah Yogyakarta, ada inisiatif akar rumput. Ini mengagumkan sekali untuk mengembangkan saling bantu dengan model setiap keluarga menampung satu keluarga yang kehilangan tempat tinggal,” jelasnya.

Gus Yahya juga menegaskan bahwa penguatan ketahanan masyarakat tidak bisa dilakukan secara sepihak, melainkan membutuhkan kerja sama lintas elemen bangsa.

“Ini tidak bisa dilakukan sepihak oleh elemen manapun, ini harus dilakukan bersama-sama, dalam kerja sama bersama-sama,” tegasnya.

Ia menyebut, PBNU telah mulai melakukan konsolidasi internal dan akan melanjutkan dialog dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi keagamaan dan komunitas lainnya.

Gus Yahya mengingatkan bahwa dampak konflik global tidak bisa dihindari oleh negara mana pun, sehingga diperlukan kesiapan kolektif untuk menghadapinya.

“Dampak dari perang ini harus kita hadapi bersama-sama, tidak ada yang bisa menghindar dari ini,” katanya.

Ia pun mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkuat solidaritas sosial demi menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.

“Mari kita berkonsolidasi bersama untuk mengupayakan kemaslahatan bersama supaya kita selamat bersama-sama,” tandasnya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.