Mubadalah.id – Kehamilan membawa berbagai perubahan yang tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik, tetapi juga ingatan, membuat mudah lupa, perasaan, hubungan dengan pasangan, hingga kehidupan seksual ibu. Perubahan tersebut dapat berbeda pada setiap ibu dan tidak selalu menjadi tanda adanya masalah selama kehamilan.
Salah satu perubahan yang dapat dirasakan adalah ibu menjadi lebih mudah lupa. Kondisi ini terkadang membuat ibu khawatir, terutama ketika sebelumnya ia tidak mengalami kesulitan mengingat sesuatu dalam aktivitas sehari-hari.
Mudah Lupa Saat Hamil
Sebagian besar ibu mungkin mengalami kondisi lebih mudah lupa ketika hamil. Perubahan tersebut merupakan salah satu kondisi yang dapat terjadi selama kehamilan dan umumnya tidak perlu membuat ibu terlalu khawatir.
Hingga kini, penyebab ibu menjadi lebih mudah lupa selama kehamilan tidak selalu diketahui. Namun, kondisi tersebut dapat menjadi bagian dari berbagai perubahan yang dialami tubuh dan kehidupan ibu selama mengandung.
Karena itu, ibu tidak perlu langsung menganggap mudah lupa sebagai sesuatu yang berbahaya. Jika keluhan tersebut membuat ibu merasa sangat khawatir atau kondisi lain yang tidak biasa, ibu dapat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan penjelasan dan pemeriksaan yang sesuai.
Perasaan Ibu tentang Hubungan Seks
Selain perubahan pada ingatan, kehamilan juga dapat memengaruhi keinginan ibu untuk melakukan hubungan seks. Sebagian ibu mungkin tidak ingin melakukan hubungan seks terlalu sering ketika hamil.
Sebaliknya, sebagian ibu lainnya justru dapat memiliki keinginan untuk berhubungan seks lebih sering daripada biasanya. Kedua kondisi tersebut merupakan hal yang normal dan dapat berbeda antara satu ibu dengan ibu lainnya.
Keinginan untuk melakukan hubungan seks maupun tidak melakukan hubungan seks sama-sama perlu suami hargai. Hubungan seksual selama kehamilan pada umumnya tidak membahayakan bayi.
Namun, perubahan tubuh selama kehamilan terkadang membuat hubungan seks terasa kurang nyaman. Kondisi tersebut dapat membuat pasangan perlu menyesuaikan cara dan posisi ketika berhubungan seks.
Ibu dan pasangan dapat mencoba berbagai posisi yang ia rasa paling nyaman. Hubungan seks mungkin terasa lebih nyaman ketika ibu berada di atas, dalam posisi duduk, berdiri, atau berbaring miring.
Penyesuaian posisi penting ibu lakukan karena tubuhnya terus mengalami perubahan seiring pertumbuhan kehamilan. Kenyamanan ibu perlu menjadi perhatian bersama sehingga hubungan seksual tidak menimbulkan rasa sakit atau tekanan yang tidak perlu. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Melahirkan karya Susan Klein dkk, hlm 106.





Comments are closed.