Sun,26 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Harimau Sumatera Si Penjaga Hutan, Tapi Stigma Agresif Melekat

Harimau Sumatera Si Penjaga Hutan, Tapi Stigma Agresif Melekat

harimau-sumatera-si-penjaga-hutan,-tapi-stigma-agresif-melekat
Harimau Sumatera Si Penjaga Hutan, Tapi Stigma Agresif Melekat
service

Yuk, segera ikuti WhatsApp Channel Mongabay Indonesia dan dapatkan artikel terbaru setiap harinya. Ancaman deforestasi hingga perburuan liar kian mengancam populasi harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae). Alih fungsi lahan menjadi pemukiman, perkebunan, pertambangan dan lainnya membuat habitatnya terpecah-pecah. Kondisi ini membuat perjumpaan dengan harimau sering terjadi. Kemunculannya ini sering kali dianggap tanda bahaya atau ancaman. Banyak yang mengira mereka adalah agresif, tapi apa itu benar atau hanya sebatas mitos? Padahal banyak penelitian menyebutkan spesies endemik ini cenderung menghindari manusia dan konflik yang muncul umumnya karena habitat menyempit dan sumber pakan yang berkurang di hutan. Padahal, harimau sumatera menjadi subspesies terakhir dari tiga subspesies endemik Indonesia. Harimau jawa dan harimau bali, misalnya yang kini sudah punah. Yuk, mari kita kenali subspesies endemik Indonesia ini lebih dekat lagi! 1. Paling kecil di antara subspesies lainnya Harimau sumatera yang terekam kamera jebak di hutan Kawasan Ekosistem Leuser, pada Oktober 2023. Foto: Figel dan kolega /Frontiers Harimau sering disebut sebagai “kucing besar”. Namun, tiap subspesies memiliki ciri fisik yang berbeda. Harimau sumatera, misalnya, termasuk subspesies harimau terkecil dibandingkan dengan subspesies harimau lainnya di dunia. Selain itu, ia juga memiliki loreng yang lebih padat dengan warna yang lebih gelap pula. Penelitian Fathoni (2022) menyebutkan harimau sumatera jantan memiliki bobot dan tubuh yang lebih besar dari betina. Jantan memiliki berat 100-140 kg dengan panjang tubuh 140-280 cm, sedangkan betina 100-140 kg dengan ukuran 80–90 cm. Ciri-ciri fisik ini bukan terjadi tanpa alasan, melainkan sebagai bentuk adaptasi harimau terhadap habitatnya yang berada di iklim tropis tepat di…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.