Sun,26 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Nasib Warga Sumbawa Barat Ketika Tambang dan Smelter Tembaga Datang

Nasib Warga Sumbawa Barat Ketika Tambang dan Smelter Tembaga Datang

nasib-warga-sumbawa-barat-ketika-tambang-dan-smelter-tembaga-datang
Nasib Warga Sumbawa Barat Ketika Tambang dan Smelter Tembaga Datang
service

Suara deru alat berat mengiringi azan magrib di Dusun Otak Keris, Desa Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), medio Mei lalu. Mata Jumari berkaca-kaca ketika bercerita kondisi mereka yang tinggal di sekitar pabrik peleburan mineral tembaga, emas dan ikutannya itu. “Kita manusia, bukan binatang! Jadi, harapan kita datang baik-baik, tapi ini ndak. Jadi Otak Keris itu dibelinya dipaksa!” katanya kepada Mongabay Indonesia. Jumari menuturkan kembali hal yang mengubah hidup warga Dusun Otak Keris. Tujuh tahun silam, warga harus angkat kaki dari rumah dan lahan mereka. Pemukiman mereka yang masuk Desa Maluk itu, tergusur pabrik pemurnian tembaga dan emas PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT). Semula bupati datang ke dusun, bicara dengan warga rencana pembangunan smelter bakal menggusur pemukiman dan kebun. Menurut Jumari, bupati meminta warga mendukung proyek tambang itu. Bupati pun menasehati warga agar rela melepas ruang hidup mereka dan berjanji memberikan kehidupan layak. Citra satelit lahan pertanian Otak Keris sebelum (2017) dan sesudah (2026) menjadi smelter PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT). Foto: Achmad Rizki Muazam/Mongabay Indonesia diolah dari Google Earth. Hari demi hari berlalu. Tibalah saat penggusuran itu. Bupati tak pernah kembali ke Dusun Otak Keris. Warga justru berhadapan dengan preman, yang bertindak sewenang-wenang. “[Kala itu] saya melihat preman menutup (akses) jalan pakai pagar bambu. Saya nggak tau tujuannya apa,” ucapnya. Warga menolak penggusuran. Mereka memasang spanduk penolakan di sudut dusun. Penolakan itu tak berlangsung lama. Warga tak kuasa menahan tekanan dari preman–mereka akhirnya melepas rumah dan tanah. Tak ada catatan pasti total warga Otak Keris…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.