Mon,27 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Ibnu ‘Ajibah: Tasawuf Bukan Pelarian dari Realitas Sosial

Ibnu ‘Ajibah: Tasawuf Bukan Pelarian dari Realitas Sosial

ibnu-‘ajibah:-tasawuf-bukan-pelarian-dari-realitas-sosial
Ibnu ‘Ajibah: Tasawuf Bukan Pelarian dari Realitas Sosial
service

Ibnu ‘Ajibah bukan sekadar ulama besar dari Maroko abad ke-18. Ia adalah gambaran tentang bagaimana syariat dan hakikat dapat berjalan beriringan dalam satu jiwa. Sejak muda, ia dikenal sebagai ahli fikih dan tafsir yang mumpuni. Majelisnya dipenuhi penuntut ilmu. Namun di balik keluasan ilmunya, tersimpan kegelisahan: apakah hukum-hukum lahir semata cukup untuk mengantarkan hati benar-benar dekat kepada Allah?

Kegelisahan itu membawanya menapaki jalan tasawuf. Ia belajar bahwa syariat adalah pijakan, sementara hakikat adalah kedalaman rasa. Tanpa syariat, spiritualitas akan kehilangan arah. Tanpa hakikat, syariat bisa terasa kering dan formal. Dalam proses suluknya, Ibnu ‘Ajibah tidak meninggalkan perannya sebagai pengajar. Ia justru memperdalam dimensi batin dari ilmu yang telah lama ia tekuni.

Melalui karyanya, Aiqāẓ al-Himam, ia menguraikan mutiara hikmah tasawuf dengan tetap berpijak pada dalil dan disiplin ilmu. Sementara dalam tafsirnya, Al-Bahr al-Madid, ia menampilkan harmoni antara makna zahir dan isyarat batin Al-Qur’an. Baginya, memahami lapisan batin ayat bukan untuk meniadakan hukum lahir, melainkan untuk menghidupkannya dengan kesadaran.

Ia juga mengingatkan bahaya dua kutub ekstrem. Terlalu menekankan syariat tanpa sentuhan hati bisa melahirkan sikap keras dan merasa paling benar. Sebaliknya, mengejar hakikat tanpa disiplin syariat berisiko tergelincir pada klaim-klaim kosong. Jalan para arifin, tegasnya, adalah keseimbangan: taat secara lahir, khusyuk secara batin.

Dalam kesehariannya, Ibnu ‘Ajibah hidup sederhana. Ia tetap hadir di tengah masyarakat, membimbing murid, dan menulis puluhan kitab. Ia tidak menjadikan tasawuf sebagai pelarian dari realitas sosial. Justru dengan cahaya hakikat, ia menguatkan komitmen pada tanggung jawab syariat. Inilah pesan penting bagi Muslim modern: spiritualitas tidak harus menjauh dari kehidupan, tetapi menyinari kehidupan itu sendiri.

Literatur manaqib mencatat sejumlah karomah yang dinisbatkan kepadanya. Murid-muridnya meriwayatkan ketajaman firasatnya dan doa-doanya yang kerap berbuah pertolongan tak terduga. Ada pula kisah tentang ketenangan yang memancar dari dirinya, membuat hati yang gelisah menjadi tenteram di majelisnya. Namun Ibnu ‘Ajibah menolak menjadikan karomah sebagai ukuran kemuliaan. Baginya, karomah terbesar adalah istiqamah dalam ketaatan dan akhlak.

Di tengah dunia yang serba cepat dan penuh polarisasi, teladan Ibnu ‘Ajibah terasa relevan. Ia mengajarkan bahwa syariat adalah kompas, hakikat adalah cahaya. Keduanya tidak untuk dipertentangkan, tetapi dipadukan. Dengan itulah, ibadah menjadi hidup, ilmu menjadi rendah hati, dan perjalanan menuju Allah berlangsung dalam keseimbangan.

Tags:

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.