Mubadalah.id – Selain perubahan selera makan, ibu hamil juga dapat mengalami rasa nyeri atau sakit di bagian perut atau di antara payudara. Keluhan ini biasanya disebut salah cerna atau nyeri hati.
Nyeri hati terjadi karena bayi yang terus tumbuh di dalam rahim mendesak lambung ibu dan mendorongnya lebih tinggi dari posisi biasanya. Kondisi tersebut kemudian memengaruhi asam lambung yang berfungsi membantu proses pencernaan makanan.
Asam di dalam lambung dapat terdorong naik hingga ke bagian dada. Pergerakan tersebut yang kemudian menimbulkan rasa nyeri atau sensasi tidak nyaman di antara payudara.
Keluhan ini umumnya tidak berbahaya dan biasanya akan menghilang setelah ibu melahirkan. Namun, beberapa langkah sederhana dapat dilakukan untuk membantu ibu merasa lebih nyaman selama mengalaminya.
Salah satunya dengan menghindari kondisi lambung terlalu penuh. Ibu dapat makan dalam porsi kecil tetapi lebih sering. Ibu juga dapat mengatur waktu makan dan minum agar tidak selalu dilakukan secara bersamaan.
Makanan dan Minuman yang Harus Ibu Perhatikan
Jenis makanan dan minuman yang dikonsumsi juga perlu diperhatikan. Makanan pedas dan berminyak, kopi, serta rokok sebaiknya dihindari karena dapat membuat lambung mengalami iritasi dan memperburuk rasa tidak nyaman.
Pepaya atau nanas juga dapat ia konsumsi secara teratur. Kedua buah tersebut mengandung enzim yang membantu lambung dalam mencerna makanan.
Posisi tubuh saat berbaring juga dapat memengaruhi naiknya asam lambung. Ibu sebaiknya menjaga agar posisi kepala selalu lebih tinggi daripada perut ketika berbaring atau tidur.
Posisi tersebut dapat membantu menjaga asam lambung tetap berada di dalam perut sehingga tidak mudah naik ke bagian dada. Dengan demikian, rasa nyeri atau tidak nyaman akibat asam lambung dapat berkurang.
Jika ibu butuhkan, asam lambung juga dapat ia redakan dengan minum susu atau mengonsumsi antasida rendah garam yang tidak mengandung aspirin. Sebab, antasida tidak berbahaya, tetapi harganya relatif mahal dan dapat membuat tubuh lebih sulit menyerap nutrisi dari makanan.
Karena itu, penggunaan antasida sebaiknya tidak menjadi pilihan pertama. Ibu dapat mencoba cara-cara lain terlebih dahulu untuk mengurangi keluhan sebelum menggunakan antasida. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Melahirkan karya Susan Klein dkk, hlm 94.





Comments are closed.