
Ie Bu Peudah, Makanan Khas Aceh Besar yang Hanya Bisa Dijumpai Saat Momen Ramadan Tiba
Ada satu makanan khas Aceh, khususnya di Aceh Besar yang patut Kawan coba ketika berkesempatan untuk berkunjung ke daerah tersebut. Makanan tradisional dari Aceh Besar ini bernama ie bu peudah.
Namun Kawan belum tentu bisa mendapatkan kuliner tradisional tersebut setiap saat. Sebab ie bu peudah hanya bisa dijumpai pada momen-momen tertentu saja.
Lebih dari sekadar makanan, ie bu peudah memiliki riwayat panjang di tengah masyarakat Aceh Besar. Bahkan makanan tradisional khas Aceh tersebut diketahui sudah ada sejak masa kerajaan dulunya.
Bagaimana penjelasan lebih lanjut seputar kuliner tradisional yang satu ini? Simak pembahasan seputar ie bu peudah dalam artikel berikut.
Ie Bu Peudah, Makanan Khas dari Aceh Besar
Aceh memang dikenal menjadi salah satu daerah yang kaya dengan keberagaman kulinernya. Hampir di setiap kota-kota besar yang ada di Indonesia Kawan dapat menjumpai warung makan yang menjual kuliner khas dari daerah di ujung barat Nusantara tersebut.
Ie bu peudah menjadi salah satu makanan khas yang berasal dari Aceh, khususnya dari daerah Kabupaten Aceh Besar. Secara umum, ie bu peudah merupakan makanan sejenis bubur yang memiliki tekstur yang lembut.
Cita rasa dari bubur ini terdiri dari campuran pedas, manis, dan asin. Cita rasa ini didapatkan dari berbagai jenis bahan yang digunakan dalam proses pembuatannya.
Tahukah Kawan, ternyata untuk membuat ie bu peudah, bahan yang digunakan salah satunya terdiri dari 44 macam jenis dedaunan yang ada di hutan. Nantinya bahan-bahan ini akan dicampurkan dengan beberapa rempah, seperti lada, kunyit, lengkuas, dan bawang putih serta ditambahkan beras dan kelapa parut.
Hanya Bisa Dijumpai Saat Momen Ramadan
Ie bu peudah bukanlah makanan yang baru saja eksis di tengah masyarakat Aceh Besar. Kuliner yang satu ini diketahui sudah ada di tengah masyarakat sejak lama.
Dikutip dari laman RRI, ie bu peudah diketahui sudah ada sejak masa Kerajaan Aceh dulunya. Bahkan pada waktu itu ie bu peudah dipandang lebih dari sekadar makanan biasa saja.
Dulunya ie bu peudah disajikan pada tamu-tamu kerajaan yang datang. Penyajian ie bu peudah ini diyakini sebagai tanda penghormatan untuk para tamu tersebut.
Saat ini ie bu peudah bisa dinikmati oleh siapa saja. Namun kuliner khas Aceh ini hanya bisa dijumpai pada momen tertentu saja.
Ie bu peudah menjadi salah satu kuliner khas yang hanya bisa dijumpai pada saat momen Ramadan tiba. Biasanya makanan ini menjadi salah satu menu berbuka puasa yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat.
Tidak jarang masyarakat akan bergotong royong untuk membuat makanan khas Aceh tersebut. Nantinya makanan tersebut akan dibagikan dan dikonsumsi bersama-sama saat waktu berbuka tiba.
Kental akan Nilai Budaya
Keberadaan ie bu peudah yang sudah ada sejak lama membuat kuliner yang satu ini tidak bisa dipandang sebagai makanan biasanya saja. Sebab ie bu peudah juga memiliki nilai budaya yang erat dengan kehidupan masyarakat Aceh Besar.
Proses membuat ie bu peudah pada saat momen Ramadan tiba bahkan sudah menjadi tradisi yang diwariskan secara turun temurun. Dikutip dari laman InfoPublik, salah satu daerah yang masih menjaga tradisi ini adalah Desa Bueng Sidom, Kecamatan Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar.
Untuk membuat ie bu peudah, semua masyarakat yang ada di sana ikut bergotong royong menyediakan bahan serta membuatnya. Bahkan masyarakat di Desa Bueng Sidom memiliki kebiasaan menyediakan tanah wakaf yang digunakan untuk menyediakan bahan-bahan membuat ie bu peudah.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News
Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.
Tim Editor





Comments are closed.