KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG dibuka menguat pada perdagangan Kamis, 12 Februari 2026. Pada sesi awal, IHSG tercatat berada di level 8.317,24 atau naik 26,27 poin setara dengan penguatan 0,32 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Seiring berlangsungnya perdagangan pagi, indeks bergerak stabil di zona hijau dengan kecenderungan menguat terbatas di tengah masih berlanjutnya tekanan jual dari investor asing.
Data aktivitas perdagangan menunjukkan nilai transaksi pasar saham mencapai sekitar Rp315,20 miliar dengan volume perdagangan sebesar 5,74 juta lot dan frekuensi transaksi menembus 40,28 ribu kali.
Dari sisi arus dana, investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih di pasar reguler sebesar Rp366,64 miliar. Secara keseluruhan di seluruh pasar, net foreign sell tercatat sekitar Rp526,64 miliar, dengan nilai pembelian asing mencapai Rp8,29 triliun dan nilai penjualan asing sebesar Rp8,82 triliun.
Kondisi ini mencerminkan bahwa penguatan IHSG lebih banyak ditopang oleh aktivitas beli investor domestik yang porsinya mencapai sekitar 71,29 persen, sementara kontribusi investor asing berada di kisaran 28,71 persen.
Penguatan IHSG pada perdagangan hari ini didorong oleh kinerja positif sejumlah sektor utama. Sektor industri dasar mencatatkan kenaikan sekitar 0,98 persen, sejalan dengan menguatnya harga saham emiten-emiten bahan baku dan manufaktur pendukung konstruksi. Sektor transportasi naik sekitar 0,88 persen, didukung oleh sentimen pemulihan mobilitas dan ekspektasi peningkatan kinerja emiten logistik.
Sektor energi menguat sekitar 0,82 persen seiring stabilnya harga komoditas global, sementara sektor infrastruktur naik sekitar 0,70 persen. Di sisi lain, sektor teknologi mengalami koreksi sekitar 0,30 persen, mencerminkan aksi ambil untung setelah penguatan dalam beberapa hari terakhir. Sektor siklikal juga tertekan tipis sekitar 0,04 persen, sementara sektor keuangan bergerak naik terbatas sekitar 0,30 persen.
Di jajaran saham, PT Rockfields Properti Indonesia Tbk dengan kode saham ROCK yang bergerak di sektor properti mencatatkan lonjakan harga paling signifikan pada perdagangan pagi ini.
Harga saham ROCK menguat 24,74 persen ke level 2.420, didorong oleh minat spekulatif investor terhadap saham properti berkapitalisasi kecil yang tengah ramai diperbincangkan pasar. Saham PT Aracord Nusantara Group Tbk berkode RONY yang bergerak di sektor perdagangan dan distribusi juga melonjak 13,76 persen ke level 3.720, mencerminkan meningkatnya minat pasar terhadap saham-saham lapis kedua.
Selain itu, saham PT Multi Makmur Lemindo Tbk dengan kode saham PIPA yang bergerak di sektor industri dasar turut menguat 13,71 persen ke level 224. Namun, pergerakan saham PIPA masih dibayangi sentimen negatif dari sisi fundamental.
Emiten ini sebelumnya berada dalam sanksi Otoritas Jasa Keuangan terkait pelanggaran pelaporan dan tata kelola. Selain itu, perusahaan juga kembali terseret isu hukum setelah munculnya kabar penanganan perkara di Bareskrim Polri yang melibatkan manajemen dan dugaan permasalahan hukum lanjutan. Kondisi tersebut membuat pergerakan harga saham PIPA dinilai lebih bersifat spekulatif dan berisiko tinggi dalam jangka pendek.
Saham PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk dengan kode saham PADI yang bergerak di sektor keuangan juga menguat 12,93 persen ke level 131, sedangkan saham PT Ifishdeco Tbk berkode IFSH dari sektor perikanan dan industri dasar naik 12,91 persen ke level 2.230.
Di sisi sebaliknya, tekanan jual terjadi pada sejumlah saham yang masuk daftar top losers. Saham PT Indospring Tbk dengan kode saham INDS yang bergerak di sektor industri otomotif melemah 14,79 persen ke level 1.210. Koreksi ini diduga dipicu oleh aksi profit taking investor setelah reli dalam beberapa waktu terakhir, ditambah kekhawatiran pasar terhadap prospek permintaan otomotif. Saham PT Sekar Laut Tbk berkode SKLT dari sektor barang konsumsi turun 8,21 persen ke level 246.
Saham PT Putra Mandiri Jembar Tbk dengan kode saham PMJS yang bergerak di sektor properti turun 4,84 persen ke level 118, sementara saham PT MNC Digital Entertainment Tbk berkode MSIN dari sektor teknologi dan media terkoreksi 4,26 persen ke level 450. Saham PT Red Planet Indonesia Tbk dengan kode saham PSKT yang bergerak di sektor perhotelan juga melemah 3,91 persen ke level 246.
Secara umum, pergerakan IHSG hari ini mencerminkan kondisi pasar yang masih berada dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan menguat terbatas. Penguatan indeks terjadi di tengah masih derasnya arus keluar dana asing, sehingga peran investor domestik menjadi penopang utama pergerakan pasar.
Sentimen positif datang dari sektor-sektor berbasis komoditas, infrastruktur, serta transportasi, sementara sektor teknologi cenderung mengalami tekanan seiring aksi ambil untung.
Analisis MNC Sekuritas mencatat secara teknikal, IHSG masih berada dalam fase penguatan lanjutan dan telah mencapai target minimal yang sebelumnya diproyeksikan. Dalam skenario terbaik, IHSG masih berpeluang melanjutkan kenaikan untuk membentuk bagian dari wave c dari wave x dengan target area penguatan di rentang 8.328 hingga 8.440.
Meski demikian, investor tetap diminta mewaspadai potensi koreksi jangka pendek dengan area penurunan yang diperkirakan berada di kisaran 8.155 hingga 8.239, sementara level support jangka menengah berada di area 7.863 dan 7.712, serta resistance di 8.354 dan 8.517.(*)
Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.





Comments are closed.