Thu,30 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Business
  3. Ini Alasan KSEI Hanya Buka Data Investor di Atas 1 Persen

Ini Alasan KSEI Hanya Buka Data Investor di Atas 1 Persen

ini-alasan-ksei-hanya-buka-data-investor-di-atas-1-persen
Ini Alasan KSEI Hanya Buka Data Investor di Atas 1 Persen
service

KABARBURSA.COM – Pasca isu panas di Pasar Modal atas permintaan indeks Morgan Stanley Capital Indeks (MSCI) soal transparansi data investor di pasar modal Indonesia. Bursa Efek Indonesia dan self regulation organization (SRO) akhirnya mengumumkan akan membuka data investor pemegang saham perusahaan yang tercatat di atas 1 persen.

Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menjelaskan, mereka memilih hanya membuka data kepemilikan investor di atas 1 persen dan tidak menampilkan kepemilikan di bawah ambang batas tersebut. Kebijakan ini diambil untuk menjaga relevansi informasi kepemilikan saham yang berdampak terhadap struktur pengendalian emiten, sekaligus memastikan keterbukaan data tetap sejalan dengan praktik terbaik global.

Direktur Utama KSEI, Samsul Hidayat, menjelaskan bahwa secara sistem, KSEI memiliki data lengkap seluruh pemegang saham, baik besar maupun kecil. Namun, membuka data di bawah 1 persen dinilai tidak efektif karena jumlahnya sangat besar dan tidak berpengaruh terhadap pengendalian perusahaan. “Kalau di bawah 1 persen kebanyakan banget dan nggak mempengaruhi apa-apa,” ujar Samsul di Gedung BEI, Jakarta pada Senin, 9 Februari 2026.

Menurut dia, kepemilikan saham di atas 1 persen lebih relevan untuk ditampilkan karena jumlah investornya tidak banyak dalam satu emiten dan berpotensi mencerminkan afiliasi pengendali atau kepentingan strategis tertentu. Dengan begitu, publik dapat memperoleh gambaran yang lebih bermakna mengenai struktur kepemilikan emiten. “Yang dibuka selama ini di atas 5 persen. Sekarang akan disediakan sampai di atas 1 persen,” kata Samsul.

KSEI menegaskan bahwa keterbatasan keterbukaan ini bukan karena ketiadaan data. Seluruh transaksi dan pemindahbukuan efek tercatat di KSEI, sehingga data kepemilikan investor, termasuk yang kecil, sebenarnya tersedia. “Data semua pemegang saham ada di KSEI,” ujar Samsul.

Dari sisi infrastruktur, pasar modal Indonesia telah memiliki mekanisme Single Investor Identification (SID) yang memungkinkan penelusuran kepemilikan secara internal. Artinya, ketika diperlukan oleh regulator atau otoritas, data pemegang saham tetap dapat ditelusuri meski tidak ditampilkan ke publik. 

Selain faktor relevansi, KSEI juga mempertimbangkan praktik internasional. Di berbagai negara, keterbukaan data kepemilikan saham umumnya dibatasi pada ambang tertentu, karena kepemilikan di bawah 1 persen dinilai terlalu tersebar dan tidak signifikan terhadap pengendalian maupun pergerakan harga saham. Kebijakan ini dinilai lebih proporsional dibanding membuka data jutaan investor ritel yang kepemilikannya kecil.

Ke depan, KSEI menyatakan akan mengikuti arah kebijakan regulator terkait keterbukaan data beneficial ownership di pasar modal. Aturan teknis mengenai pembukaan data kepemilikan di atas 1 persen masih dalam pembahasan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK). “Kalau KSEI kan ikutin aja regulasinya gimana,” ujar Samsul.

 KSEI berharap transparansi pasar modal tetap terjaga tanpa mengorbankan efisiensi sistem dan perlindungan data investor ritel. Pembukaan data di atas 1 persen dinilai cukup untuk memberikan informasi yang relevan bagi publik dan pelaku pasar terkait struktur kepemilikan emiten di Bursa Efek Indonesia.

Selain itu penerapan regulasi baru ini disebut ikut dari bursa saham India yang telah menerapkan kebijakan transparansi data investor di atas 1 persen.(*)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.