Sat,2 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Inisiatif Warga Desa Mbatakapidu Jaga Mata Air

Inisiatif Warga Desa Mbatakapidu Jaga Mata Air

inisiatif-warga-desa-mbatakapidu-jaga-mata-air
Inisiatif Warga Desa Mbatakapidu Jaga Mata Air
service

Praktik baik ditunjukkan warga Desa Mbatakapidu, Kecamatan Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk melestarikan sumber air. Mereka sepakat untuk melarang penebangan pohon dan perburuan satwa di area sumber air.  Tidak hanya untuk menyuplai penduduk di dua kecamatan, mata air dari Desa Mbatakapidu itu juga PT. Aquamor Matawai Kahingiru untuk bahan baku produksi air mineral dalam kemasan (AMDK). Perusahaan  milik Pemda Sumba Timur dengan saham 70%,  sisanya 30% PT.Aquamor. Sayangnya, di balik kelimpahan sumber air, 2.109 warga di Mbatakapidu justru kesulitan air karena sulitnya akses. Lili Pakuwali, Bupati Sumba Timur Umbu akui, kesulitan membangun jaringan air bersih bagi warga Desa Mbatakapidu. Alasannya, pemukiman warga berada di ketinggian sementara mata air di lembah. Selain itu, permukiman warga juga tersebar, tidak berada di satu lokasi sehingga menyulitkan pembangunan jaringan air bersih. Data Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum Kabupaten Sumba Tahun 2022 menyebutkan, jumlah mata air di Sumba Timur sebanyak 358 dan tersebar di 22 kecamatan.     Alexander Viktor Umbu Retang, menelusuri jalanan beraspal menuju Mata Air (Matawai) Lakulu di Desa Mbatakapidu, Kecamatan Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Terlihat pepohonan rimbun tegak di kanan-kiri jalan. Ada pohon ara (Ficus racemosa) dan salam (Syzygium polyanthum) dengan usia lebih dari 30 tahun. Setelah 300 meter berjalan, kami akhirnya sampai di lokasi bak penampungan air. “Dulu air mengalir di samping jalan ini dan, baru tahun 1994 dibangun bak penampung,” kata  Alexander. Jarak antara bak penampungan dengan Mata Air Lakulu sekitar 300 meter. Dari bak itu  air kemudian mengalir melalui…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.