Ditulis oleh Syahrianto •
KABARBURSA.COM – PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) atau IPC Marine membukukan laba bersih Rp196,44 miliar pada 2025, naik 17,74 persen dibandingkan tahun sebelumnya (year on year/yoy).
Direktur Utama IPCM Shanti Puruhita mengatakan capaian tersebut mencerminkan ketahanan model bisnis serta penguatan layanan maritim. Kinerja ini ditopang pertumbuhan pendapatan serta peningkatan layanan operasional kepelabuhanan.
“Pertumbuhan kinerja IPCM pada 2025 menunjukkan ketahanan model bisnis perusahaan,” ujarnya, dalam siaran pers resmi, dikutip Kamis, 19 Maret 2026.
Ia menyebut peningkatan kinerja didorong konsistensi dalam efisiensi operasional dan penguatan kolaborasi strategis. “Kami terus memperkuat kualitas layanan maritim dan memperluas kolaborasi di sektor kepelabuhanan,” kata Shanti.
Pendapatan IPCM tercatat Rp1,47 triliun pada 2025, tumbuh 9,65 persen dari Rp1,34 triliun pada 2024. Pertumbuhan ini sejalan dengan peningkatan aktivitas layanan pemanduan dan penundaan kapal.
Kontributor terbesar pendapatan berasal dari jasa penundaan sebesar Rp1,32 triliun atau 89,51 persen dari total pendapatan. Sementara jasa pemanduan menyumbang Rp105,07 miliar atau 7,12 persen, serta jasa pengangkutan dan lainnya Rp49,67 miliar atau 3,37 persen.
Dari sisi neraca, total aset IPCM meningkat 3,91 persen menjadi Rp1,71 triliun pada akhir 2025. Total ekuitas juga naik 5,48 persen menjadi Rp1,36 triliun, mencerminkan penguatan fundamental keuangan.
Peningkatan laba bersih didukung efektivitas pola operasional dan pengelolaan biaya. Kinerja produksi juga meningkat melalui optimalisasi layanan maritim yang dijalankan sepanjang tahun.
IPCM memperkuat kemitraan strategis pada 2025 melalui kerja sama dengan PT Pelabuhan Bukit Prima dan PT Nusantara Regas. Kerja sama ini mencakup layanan penundaan kapal di TUKS milik PT Bukit Asam Tbk serta layanan pemanduan dan penundaan di fasilitas FSRU.
Perseroan menyebut kerja sama tersebut menjadi bagian dari peningkatan kepercayaan mitra industri terhadap layanan IPCM. Dukungan ini juga memperluas portofolio proyek di sektor kepelabuhanan dan energi.
Secara industri, aktivitas perdagangan dan logistik nasional yang meningkat mendorong kebutuhan layanan maritim. Kondisi ini menjadi pendorong pertumbuhan sektor jasa kepelabuhanan.
IPCM menargetkan penguatan kinerja melalui optimalisasi armada dan pengembangan layanan di wilayah strategis. Perseroan juga akan mendorong inovasi layanan untuk mendukung kelancaran arus logistik nasional. (*)
Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.





Comments are closed.