Wed,19 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. Jenis Sakit Sebelum Puasa yang Membolehkan Seseorang Tidak Berpuasa Ramadhan

Jenis Sakit Sebelum Puasa yang Membolehkan Seseorang Tidak Berpuasa Ramadhan

jenis-sakit-sebelum-puasa-yang-membolehkan-seseorang-tidak-berpuasa-ramadhan
Jenis Sakit Sebelum Puasa yang Membolehkan Seseorang Tidak Berpuasa Ramadhan
service

Jakarta

Menunaikan puasa Ramadhan merupakan kewajiban bagi setiap muslim. Meski demikian, Islam memberikan keringanan bagi golongan tertentu, termasuk mereka yang telah mengalami sakit sebelum memasuki bulan puasa.

Hal ini juga telah dijelaskan oleh Allah SWT dalam surah Al-Baqarah ayat 184 yang berbunyi sebagai berikut:

اَيَّامًا مَّعْدُوْدٰتٍۗ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَۗ وَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهٗ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِيْنٍۗ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهٗۗ وَاَنْ تَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ ۝١٨٤

ayyâmam ma‘dûdât, fa mang kâna mingkum marîdlan au ‘alâ safarin fa ‘iddatum min ayyâmin ukhar, wa ‘alalladzîna yuthîqûnahû fidyatun tha‘âmu miskîn, fa man tathawwa‘a khairan fa huwa khairul lah, wa an tashûmû khairul lakum ing kuntum ta‘lamûn

Artinya:

“(Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka, siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin. Siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, itu lebih baik baginya dan berpuasa itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”

Lantas, jenis sakit seperti apa yang diperbolehkan untuk tidak menjalani ibadah puasa Ramadhan? Yuk, simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Dalam buku FIKIH IBADAH;Panduan Lengkap Beribadah Sesuai Sunnah Rasul karya Hasan Ayyub, dijelaskan bahwa orang yang sakit berat dianjurkan tidak berpuasa karena dikhawatirkan sakitnya akan bertambah atau tidak bisa cepat sembuh.

Penulis asy-syarh al-kabir menyebutkan, “Diriwayatkan dari Sebagian salaf, semua penyakit membolehkan orang tidak puasa bahkan sakit di jari-jari atau gigi graham berdasarkan keumuman ayat. Saya katakan bahwa sakit di jari-jari dan sakit gigi terkadang lebih menyakitkan daripada penyakit lain dan menyebabkan naiknya suhu panas tubuh sehingga menyebabkan orang tidak bisa tidur dan istirahat.”

Dilansir dari laman detikcom, para ulama memiliki beberapa pandangan dalam menentukan kadar sakit yang membolehkan seseorang meninggalkan puasa.

Sebagian ulama mengatakan sakit yang mendekati penyakit kronis dapat dianggap sebagai uzur, tetapi sulit diterapkan karena tidak ada dalil syariat yang jelas mengenai batasannya. Sementara pendapat yang lain, menyebut bahwa kadar sakit dikembalikan kepada kebiasaan masyarakat setempat.

Jika suatu penyakit dianggap memberatkan menurut masyarakat, bisa menjadi uzur, tetapi pendapat ini memiliki standar yang berbeda-beda bagi setiap masyarakat.

Kesimpulannya adalah penyakit yang menimbulkan kesulitan berat saat berpuasa atau ketika berpuasa membuat keadaan menjadi semakin parah bisa menjadi uzur untuk tidak berpuasa.

Hukum puasa saat sakit

Jika sedang sakit, tetapi memaksakan diri, puasa yang Bunda jalani hukumnya makruh karena dianggap membahayakan diri sendiri.

Selain itu, tindakan tersebut dianggap meninggalkan keringanan yang telah diberikan Allah SWT dan tidak menerima rukshah, tetapi puasanya tetap sah.

Kondisi sakit yang mewajibkan bayar fidyah

Orang yang sakit dan tidak mampu menjalani puasa Ramadhan, diwajibkan membayar fidyah atas puasa yang ditinggalkannya, Bunda.

Kewajiban ini berlaku jika penyakit yang diderita bersifat menahun dan tidak ada harapan untuk sembuh.

Nah, itulah jenis sakit sebelum puasa yang membolehkan seseorang tidak puasa Ramadhan. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.