Jakarta (ANTARA) – Ganda putra Indonesia Raymond Indra/Nikolaus Joaquin berambisi merebut medali juara Kejuaraan Dunia BWF 2026 yang berlangsung di Arena Indira Gandhi, New Delhi mulai 17-23 Agustus mendatang.
Joaquin ingin mengakhiri rasa penasarannya untuk bisa menjadi juara dunia BWF setelah sebelumnya gagal menjadi juara di level junior.
“Kejuaraan Dunia kalau menurut saya salah satu turnamen yang bergengsi, dan juga kalau menurut saya dia medalinya beda sendiri. Saya ingin punya juga. Dulu junior kan saya individualnya kalah, jadi saya ingin coba ambil di yang senior,” ungkap Joaquin kepada pewarta di Jakarta, Rabu.
Raymond/Joaquin yang berstatus sebagai debutan pada turnamen tersebut mengaku telah melakukan persiapan dengan cukup baik selama jeda kurang lebih dua minggu terakhir.
“Kalau yang Kejuaraan Dunia ada sih yang membedakan, paling kayak kita lebih banyak latihan skema pertahanan. Kalau secara program mungkin sama yang lain hampir sama, cuma memang kita lebih diprioritaskan dulu. Terus setelah kita sudah selesai, habis itu mereka ada program sendiri yang China (Masters),” ujar Raymond mengenai persiapannya menatap gelaran kejuaraan dunia ini.
Runner-up Indonesia Masters 2026 tersebut juga bertekad untuk bisa memutus rentetan hasil negatifnya di Japan Open 2026 dan China Open 2026 dengan membuktikan diri bisa tampil jauh lebih menjanjikan dalam Kejuaraan Dunia yang memasuki edisi ke-30 tersebut.
Baca juga: BNI sebut final Raymond/Joaquin perkuat regenerasi atlet
Baca juga: Gelar Fajar/Fikri lecut Raymond/Joaquin di China Open 2026
Pewarta: Fajar Satriyo
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.





Comments are closed.