Sumatera Selatan kembali dilanda kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kebakaran di lahan gambut dan mineral ini menciptakan kabut asap yang kembali dirasakan masyarakat Palembang. Mengapa persoalan ini tidak kunjung teratasi sejak 1997? “Pertama, pengetahuan bahwa gambut dapat dikelola menjadi perkebunan bukan hanya dikuasai perusahaan, juga masyarakat,” kata Yulion Zalpa, peneliti ekologi politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, Minggu (23/8/26). Masyarakat yang sebelumnya tidak memiliki pengetahuan dalam memanfaatkan atau mengelola lahan gambut untuk pertanian dan perkebunan, saat ini mulai memahaminya. Mereka tidak hanya mengelola lahan mineral, juga gambut. Pengetahuan ini mereka dapatkan dari aktivitas perusahaan yang memanfaatkan gambut, seperti yang dilakukan perusahaan perkebunan sawit dan hutan tanaman industri (HTI). “Berdasarkan pemantauan saya di beberapa desa atau dusun di Sumatera Selatan yang wilayahnya terdapat gambut, sebagian besar masyarakat sudah memanfaatkan lahan ini untuk berkebun sawit. Luasannya mulai setengah hektar hingga puluhan hektar. Gambut bukan lagi dipahami sebagai hutan,” jelas Yulion, yang pernah terlibat dalam beberapa penelitian restorasi gambut di Sumatera Selatan. Kebakaran lahan gambut di Desa Babatan Saudagar, Kabupaten Ogan Ilir, Sumsel, awal Agustus 2026. Foto: Ahmad Rizki Prabu/Mongabay Indonesia. Kedua, pengetahuan atau teknologi mengelola lahan mineral dan lahan gambut yang baik, tidak terlihat. Membakar lahan tetap dipahami sebagai tindakan terbaik dalam mengelola lahan. Cepat dan murah. Bahkan, bukan hanya lahan gambut yang mereka olah menjadi perkebunan. Rawa dan mangrove turut diubah menjadi perkebunan. Pengeringan lahan dengan cara membangun kanal sudah menjadi pengetahuan umum bagi masyarakat desa. Dua hal ini yang menyebabkan lahan mineral dan lahan gambut terus mengalami…This article was originally published on Mongabay
Kabut Asap dan Karhutla Berulang di Sumatera Selatan
Kabut Asap dan Karhutla Berulang di Sumatera Selatan




Comments are closed.