Sat,18 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Kampusnya Hancur Dibom, Mahasiswa Gaza Kini Berpeluang Lanjut Kuliah Kedokteran di UGM

Kampusnya Hancur Dibom, Mahasiswa Gaza Kini Berpeluang Lanjut Kuliah Kedokteran di UGM

kampusnya-hancur-dibom,-mahasiswa-gaza-kini-berpeluang-lanjut-kuliah-kedokteran-di-ugm
Kampusnya Hancur Dibom, Mahasiswa Gaza Kini Berpeluang Lanjut Kuliah Kedokteran di UGM
service

Kampusnya Hancur Dibom, Mahasiswa Gaza Kini Berpeluang Lanjut Kuliah Kedokteran di UGM


Sebenarnya, perang bukan hanya tentang adu kekuatan dan mana yang paling banyak meruntuhkan bangunan. Sebab dampak perang bisa meluas ke berbagai aspek. Bisa juga menghentikan mimpi seseorang.

Hal itu dialami Dina, seorang mahasiswa kedokteran dari Gaza, Palestina. Seharusnya ia melanjutkan kuliah seperti mahasiswa lain. Sayangnya, pada 2023, kampusnya di Gaza hancur karena serangan bom.

Kini, Dina dan tujuh mahasiswa lainnya mendapat peluang baru. Mereka mengikuti proses seleksi untuk melanjutkan studi di Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada.

Cerita itu disampaikan langsung oleh Dekan FK-KMK UGM dalam forum resmi kampus.

“Salah satu dari mahasiswa tersebut bernama Dina, mahasiswa kedokteran asal Al-Azhar University Gaza yang terpaksa terhenti pada 2023, sebab kampusnya menjadi sasaran bom hingga hancur lebur,” kata Dekan FK-KMK UGM, Prof. dr. Yodi Mahendradhata, M.Sc., Ph.D., FRSPH, dalam pidato laporan dekan pada Rapat Senat Terbuka Dies Natalis ke-80 FK-KMK UGM, Kamis (5/3).

Pendidikan yang Terhenti karena Perang

Konflik yang terjadi di Gaza bukan hanya menimbulkan korban jiwa. Infrastruktur kesehatan bahkan pendidikan juga banyak yang rusak.

Kampus, rumah sakit, hingga fasilitas kesehatan ikut terdampak. Mahasiswa kedokteran menjadi salah satu kelompok yang terdampak langsung.

Inilah yang melatarbelakangi inisiatif FK-KMK UGM membuka peluang bagi mahasiswa dari Gaza.

Menurut Prof. Yodi, langkah ini bukan sekadar menerima mahasiswa internasional. Program tersebut merupakan bagian dari upaya membangkitkan kembali pendidikan kedokteran dan layanan kesehatan di Gaza.

“Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya membangkitkan kembali pendidikan kedokteran dan kesehatan bagi masyarakat Gaza,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kisah Dina hanyalah satu dari banyak cerita yang muncul dari konflik tersebut.

“Cerita Dina dan teman-temannya tersebut merupakan satu sekian banyak catatan yang mewarnai fakultas ini dalam mencerdaskan dan memajukan kesehatan bangsa dan dunia,” ungkapnya.

Tidak Hanya Gaza, Mahasiswa dari Daerah Terpencil Juga Dibantu

Yang menarik, upaya FK-KMK UGM membuka akses pendidikan tidak hanya untuk mahasiswa dari luar negeri.

Fakultas ini juga memberi perhatian khusus kepada mahasiswa dari wilayah 3T. Menurut Prof. Yodi, FK-KMK UGM berkomitmen membantu anak muda dari wilayah tersebut untuk menjadi tenaga kesehatan.

Salah satu contoh datang dari Papua. Nama dr. Merlins Renatasia Waromi, Sp.MK disebut sebagai lulusan tercepat pada pendidikan dokter spesialis di FK-KMK UGM. Ia berasal dari Serui, Kabupaten Yapen, Papua.

Merlins berhasil menyelesaikan pendidikan spesialis mikrobiologi klinik hanya dalam waktu 3 tahun 6 bulan 12 hari.

Mikrobiologi klinik adalah cabang ilmu kedokteran yang mempelajari mikroorganisme penyebab penyakit, seperti bakteri, virus, dan jamur. Ilmu ini penting untuk diagnosis infeksi dan penentuan terapi yang tepat.

Mendorong Lahirnya Dokter Spesialis di Papua

Upaya FK-KMK UGM juga tidak berhenti pada pemberian beasiswa.

Fakultas ini ikut mendampingi Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih di Papua untuk membuka program pendidikan dokter spesialis.

Program ini dikenal sebagai PPDS (Program Pendidikan Dokter Spesialis).

PPDS adalah tahap pendidikan lanjutan setelah dokter umum untuk menjadi dokter spesialis.

Menurut Prof. Yodi, kerja sama tersebut akhirnya menghasilkan pencapaian penting.

“Alhamdulillah bulan lalu, kita turut menorehkan sejarah, saat FK Uncen meluncurkan PPDS pertama di tanah Papua, PPDS anestesi,” jelasnya.

Anestesi adalah bidang kedokteran yang berfokus pada pembiusan dan pengelolaan pasien selama operasi. Keberadaan dokter anestesi sangat penting. Tanpa mereka, banyak tindakan operasi tidak bisa dilakukan.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.