Arina.id – Segala hal terkait agama bisa jadi sangat sensitif, bila penjelasan atau tafsirnya tidak tepat. Ada banyak kasus kegaduhan umat akibat kefatalan dalam menjelaskan agama ini. Terbaru kasus Asep Setiawan alias Abah Setu di Kabupaten Bekasi Jawa Barat.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bekasi sampai harus turun tangan menenangkan keadaan. MUI memandang apa yang disampaikan Abah Asep tentang Nabi Muhammad SAW yang kemudian diprotes oleh umat Islam setempat tidak dapat dibenarkan.
“Yang menjadi soal itu karena beliau melihat syariat dari kacamata hakikat, ya jelas tidak ketemu. Dan persoalan lainnya lagi karena itu kemudian diunggah menjadi konsumsi publik,” kata Ketua MUI Kabupaten Bekasi Profesor Mahmud di Cikarang, seperti dikutip dari Antara, Jumat 11 September 2026.
Mahmud mengapresiasi sikap Abah Setu yang mau mengakui kesalahan dan meminta maaf kepada para ulama dan masyarakat secara umum. Begitu pula kepada kepolisian yang bertindak cepat melalui upaya mediasi atas persoalan sensitif tersebut.
“Kami sampaikan apresiasi saat beliau legowo mengakui kekeliruan dan sampai bersedia menutup majelisnya. Bagi saya, memang kita tidak setuju dengan pemahamannya tapi jangan membenci orangnya, apalagi beliau sudah legowo dan mengaku kesalahan,” katanya.
MUI akan melakukan pengawasan sekaligus pembinaan terhadap Abah Setu serta majelis taklim yang dipimpinnya sebagai upaya untuk memastikan hal serupa tidak terulang kembali. Mahmud mengaku persoalan yang menyangkut agama kerap menimbulkan hal sensitif di kalangan masyarakat.
Sebelumnya warga mendatangi Majelis Dzikir Nurul Hikam Bekasi pimpinan Asep Setiawan di Desa Telajung Kecamatan Cikarang Barat Kabupaten Bekasi, Senin 7 September 2026 sebagai imbas dari ungkapan Asep terkait Nabi Muhammad SAW.
Saat itu Asep mengatakan: “Yang disebut Muhammad itu mana sih? Orang Madinah itu pantesan ente pada susah sekarang, mengharap dikasih syafaat. Wong dia dilempar batu aja enggak bisa nolong dirinya sendiri. Wong keracunan aja enggak bisa nolong dia sendiri,” ujar Asep dalam video yang beredar.
Ungkapan itu disampaikan Asep saat melakukan siaran langsung di salah satu platform media sosial. Asep dinilai telah menyinggung massa lantaran diduga mendiskreditkan Nabi Muhammad SAW. Videonya pun lantas menyebar di media sosial.
Asep alias Abah Setu pun menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh umat Islam saat mengikuti mediasi bersama para pemuka agama didampingi MUI Kabupaten Bekasi di Mapolres Metro Bekasi hari ini.
“Pada hari ini 10 September di Mapolres Metro Bekasi dengan disaksikan oleh para saksi yang hadir, saya Asep Setiawan alias Abah Setu, sehubungan dengan beredar video yang telah menyinggung kaum muslimin dan muslimat yang telah menghina Nabi Muhammad SAW dengan ini saya mengakui dan menyatakan salah atas kekeliruan tersebut. Bahwa video tersebut menyinggung dan menghina kaum muslimin, oleh karenanya meminta maaf sebesar-besarnya,” kata dia saat membacakan surat pernyataan di hadapan para tokoh agama.




Comments are closed.