Fri,15 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Kemarau 2026 Datang Bertahap, BMKG Ingatkan Ancaman Kekeringan dan Penurunan Curah Hujan

Kemarau 2026 Datang Bertahap, BMKG Ingatkan Ancaman Kekeringan dan Penurunan Curah Hujan

kemarau-2026-datang-bertahap,-bmkg-ingatkan-ancaman-kekeringan-dan-penurunan-curah-hujan
Kemarau 2026 Datang Bertahap, BMKG Ingatkan Ancaman Kekeringan dan Penurunan Curah Hujan
service

Jakarta, NU Online

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi awal musim kemarau 2026 di Indonesia akan berlangsung secara bertahap mulai April hingga Juni.

BMKG juga mengingatkan tentang adanya potensi tekanan serius pada sektor pangan, sumber daya air, hingga lingkungan, seiring dominasi kondisi curah hujan di bawah normal.

Direktorat Perubahan Iklim Kedeputian Bidang Klimatologi, BMKG Fatchiyah menyampaikan bahwa wilayah Jawa Barat bagian utara, pesisir utara Jawa Tengah, serta sebagian Bali dan Nusa Tenggara mulai memasuki kemarau pada April 2026.

“Sebagian wilayah Indonesia ini mulai memasuki musim kemarau seperti di Pesisir Utara, Bali dan, Nusa Tenggara. Sementara itu, wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua akan menyusul secara bertahap pada Mei hingga Juni. Puncak musim kemarau diprediksi pada Agustus,” ujarnya dalam Webinar Cengkrama Iklim pada Senin (30/3/2026).

Ia juga menjelaskan bahwa sifat hujan bulanan sepanjang April hingga September 2026 didominasi kondisi bawah normal hingga normal.

“Pada April dan Mei, sebagian besar wilayah Indonesia mengalami curah hujan lebih rendah dari biasanya. Kondisi ini berlanjut hingga puncak kemarau pada Juli sampai September, terutama di Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, dan Sulawesi,” jelasnya.

Fatchiyah juga mengingatkan pentingnya langkah adaptasi lintas sektor untuk meredam dampak kemarau.

“Di sektor pangan dapat menyesuaikan jadwal tanam dan pemilihan varietas tanaman yang membutuhkan lebih sedikit air menjadi krusial, lebih tahan kekeringan, serta memiliki siklus tanam lebih pendek, seperti petani garam dan tembakau, dia memang lebih membutuhkan kondisi yang curah hujannya rendah,” terangnya.

Pada sektor sumber daya air, ia mengatakan diperlukan revitalisasi waduk serta perbaikan sistem distribusi air guna memastikan ketersediaan bagi masyarakat.

“Sementara pada sektor energi, kapasitas air bendungan harus dijaga untuk mendukung operasional pembangkit listrik tenaga air (PLTA),” katanya.

Di sisi lingkungan, ia menekankan adanya potensi penurunan kualitas udara selama musim kemarau. Fatchiyah menegaskan diperlukan mekanisme respons cepat, termasuk upaya pengurangan emisi melalui penghijauan dan pengelolaan sampah yang baik.

“Pengolahan sampah yang buruk tentu berdampak dengan bencana. Pada musim hujan bisa menyebabkan penyumbatan dan banjir, sementara pada musim kemarau, sampah yang tidak terkelola dengan baik akan berdampak pada kualitas udara yang tidak baik,” tegasnya.

Fatchiyah menghimbau masyarakat dapat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi curah hujan yang cenderung menurun dan musim kemarau yang datang bertahap.

“Untuk masyarakat yang akan memasuki musim kemarau. Kita bisa memanfaatkan air yang sudah ditabung sejak musim hujan untuk kebutuhan ke depan,” katanya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.