Mon,20 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Perspektif
  3. Kemenag Hemat Anggaran hingga Rp8,6 Triliun Sepanjang 2025 Berkat Digitalisasi Pelatihan

Kemenag Hemat Anggaran hingga Rp8,6 Triliun Sepanjang 2025 Berkat Digitalisasi Pelatihan

kemenag-hemat-anggaran-hingga-rp8,6-triliun-sepanjang-2025-berkat-digitalisasi-pelatihan
Kemenag Hemat Anggaran hingga Rp8,6 Triliun Sepanjang 2025 Berkat Digitalisasi Pelatihan
service

Tangsel, Arina.idPusat Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Manusia (Pusbangkom SDM) Kementerian Agama berhasil mengefisienkan anggaran pengembangan kompetensi sebesar Rp8,6 triliun selama tahun 2025. Efisiensi tersebut diperoleh melalui pemanfaatan layanan digital dalam pelaksanaan pelatihan dan pengembangan kompetensi aparatur serta masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Kepala Pusbangkom SDM Kemenag, Mastuki, di Ciputat, Tangerang Selatan, Rabu (15/1/2026).

Mastuki menjelaskan bahwa transformasi digital dalam pengembangan kompetensi telah mengubah secara signifikan pola pelatihan konvensional yang selama ini membutuhkan biaya besar, terutama untuk akomodasi, transportasi, konsumsi, dan penggunaan sarana fisik.

Melalui pemanfaatan platform pembelajaran digital MOOC Pintar, proses peningkatan kompetensi dapat dilakukan secara efisien, luas, cepat, dan dan efektif tanpa mengurangi kualitas pembelajaran.

“Pengembangan kompetensi melalui MOOC Pintar ini sangat efisien, nilainya mencapai Rp8,6 triliun,” jelasnya.

Mastuki mengungkapkan, angka rp8.6 triliun itu adalah nilai manfaat jika pengembangan kompetensi dilaksanakan dengan pola tatap muka.

Rinciannya, selama tahun 2025, peserta pengembangan kompetensi sebanyak 1.532.242 orang. Jika dilakukan secara tatap muka, maka membutuhkan 51.074 kelas. Jika satu kelas membutuhkan biaya rata-rata sebesar Rp170 juta, maka total biaya yang dibutuhkan adalah Rp8.682 triliun.

“Pengambangan kompetensi dengan pola konvensional berbiaya sangat mahal dan membutuhkan effort yang sangat besar. Tapi dengan memanfaatkan kemajuan teknologi, semua bisa dilakukan dengan biaya yang sangat murah,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, tambah Mastuki. Pengembangan kompetensi dengan pola digital ini juga sangat ramah dengan lingkungan, karena semua dilakukan tanpa menggunakan kertas, paperless.

Mastuki merinci, jika pengembangan kompetensi dilakukan secara tatap muka, maka per kelas membutuhkan rata-rata tiga rim kertas. Jika satu batang pohon menghasilkan rata-rata 16 rim kertas, maka 51.074 kelas membutuhkan 153.222 rim kertas.

“153.222 rim kertas itu setara dengan 9.576 batang pohon. Dengan konsep paperless, pohon sebanyak itu tidak perlu ditebang,” rincinya.

Mastuki mengungkapkan rasa syukurnya atas capaian digitalisasi ini. Menurutnya, langkah ini sejalan dengan komitmen Kementerian Agama dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan penguatan ekoteologi, yakni kesadaran keberagamaan yang berpihak pada kelestarian lingkungan.

“Transformasi digital tidak hanya soal efisiensi dan efektivitas kerja, tetapi juga bentuk tanggung jawab moral dan ekologis institusi negara,” ujarnya.

Mastuki menambahkan, layanan digital memungkinkan pengembangan kompetensi dilakukan secara lebih inklusif dan merata. Aparatur dan masyarakat dari berbagai daerah, termasuk wilayah terpencil, kini memiliki akses yang sama terhadap sumber belajar berkualitas tanpa terkendala jarak dan waktu. Hal ini dinilai memperkuat keadilan akses sekaligus mempercepat peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Mastuki mengajak, ke depan, Pusbangkom SDM Kementerian Agama akan terus memperluas dan menyempurnakan layanan digital pengembangan kompetensi, tidak hanya dalam bentuk pelatihan, tetapi juga melalui klinik pengetahuan, knowledge sharing, berbagi praktik baik, dan penguatan ekosistem pembelajaran berkelanjutan.

“Digitalisasi adalah ikhtiar strategis untuk membangun SDM yang unggul, berakhlak, dan responsif terhadap tantangan zaman,” pungkas Mastuki.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.