Sat,18 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Perspektif
  3. Kemenag Perkuat Peran Madrasah dan Pesantren dalam Penanganan Kesehatan Jiwa Anak

Kemenag Perkuat Peran Madrasah dan Pesantren dalam Penanganan Kesehatan Jiwa Anak

kemenag-perkuat-peran-madrasah-dan-pesantren-dalam-penanganan-kesehatan-jiwa-anak
Kemenag Perkuat Peran Madrasah dan Pesantren dalam Penanganan Kesehatan Jiwa Anak
service

Jakarta, Arina.id—Kementerian Agama (Kemenega) mengikuti Rapat Tingkat Menteri (RTM) di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Dalam kesempatan itu Menag Nasaruddin Umar menegaskan bahwa Kemenag memperkuat langkah terpadu dalam merespons peningkatan tantangan kesehatan jiwa anak dan remaja.

Kemenag, kata Nasaruddin Umar mengambil peran strategis dalam penguatan promosi, edukasi, deteksi dini, serta penciptaan lingkungan pendidikan dan komunitas yang aman dan inklusif.

Menag menyatakan kesiapan jajarannya untuk mengoptimalkan ekosistem pendidikan keagamaan sebagai ruang tumbuh yang sehat bagi anak.

“Kemenag memiliki infrastruktur sosial dan pendidikan yang luas. Dengan puluhan ribu madrasah dan pesantren, guru bimbingan konseling, serta ratusan ribu rumah ibadah, kami siap berkontribusi dalam sistem deteksi dini dan dukungan berbasis komunitas,” ujar Menag.

Menurutnya, lembaga pendidikan keagamaan memiliki modal sosial berupa kedekatan emosional, pembinaan karakter, dan praktik kebersamaan yang terstruktur. Hal tersebut menjadi faktor penting dalam membangun rasa aman serta ketahanan diri anak.

“Berdasarkan survei yang ada, masyarakat melihat madrasah dan pondok pesantren sebagai lingkungan yang relatif aman dan nyaman. Ini adalah kepercayaan yang harus kita jaga melalui penguatan sistem dan pengawasan,” tambahnya.

Menag juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya guru bimbingan konseling di madrasah dan pesantren. Ia mengusulkan adanya standardisasi serta pelatihan berkelanjutan yang dilakukan bersama kementerian terkait.

“Guru BK memiliki peran strategis dalam mengenali perubahan perilaku anak. Namun untuk persoalan yang bersifat klinis, diperlukan sinergi dengan tenaga profesional seperti psikolog dan tenaga medis,” jelasnya.

Karena itu, Kemenag mendorong pesantren berkapasitas besar untuk melengkapi layanan internalnya dengan dokter, perawat, dan psikolog guna memastikan penanganan yang lebih komprehensif.

Langkah ini sekaligus memperkuat komitmen menghadirkan lingkungan pendidikan yang ramah anak dan bebas dari kekerasan.

Menag menegaskan bahwa pendekatan spiritual yang diajarkan secara tepat dapat menjadi sumber resiliensi bagi anak dan remaja dalam menghadapi tekanan kehidupan.

“Pembinaan spiritual yang terorganisir membentuk kohesi nilai dan ketahanan pribadi. Anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan yang suportif dan penuh kasih akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan zaman,” pungkasnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator PMK, Pratikno, menekankan pentingnya penguatan koordinasi lintas sektor agar respons pemerintah tidak lagi bersifat parsial atau reaktif. Menurutnya, penanganan harus menyentuh aspek promotif, preventif, kuratif, hingga rehabilitatif secara menyeluruh.

Pada kesempatan itu, Menteri Agama bersama delapan kementerian/lembaga lainnya juga menandatangani Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang penguatan layanan kesehatan jiwa anak dan remaja.

Pertemuan ini menghasilkan komitmen bersama dalam kerangka “Program Bersama 9 K/L” guna memastikan penanganan kesehatan jiwa anak dan remaja yang lebih terintegrasi, sistematis, dan berkelanjutan.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.