Fri,17 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Top News
  3. Kemendikdasmen-BPOM budayakan hidup sehat lewat edukasi pangan aman

Kemendikdasmen-BPOM budayakan hidup sehat lewat edukasi pangan aman

kemendikdasmen-bpom-budayakan-hidup-sehat-lewat-edukasi-pangan-aman
Kemendikdasmen-BPOM budayakan hidup sehat lewat edukasi pangan aman
service

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memperkuat upaya membangun budaya hidup sehat di lingkungan pendidikan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) guna mengedukasi tentang pangan aman.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti di Jakarta, Selasa, mengatakan bahwa sekolah memiliki peran strategis dalam membiasakan anak memahami kualitas makanan yang dikonsumsi.

“Kebiasaan sederhana seperti membaca komposisi bahan, memperhatikan tanggal kedaluwarsa, hingga mengenali kandungan gizi merupakan bagian dari pendidikan karakter yang relevan dengan kehidupan sehari-hari,” ujar Mu’ti.

Baca juga: Menbud: Edukasi pangan aman berbahasa daerah pendekatan yang inovatif

Menurutnya, persoalan pangan tidak hanya berkaitan dengan apa yang dikonsumsi, tetapi juga tentang pembentukan karakter dan budaya hidup sehat peserta didik. Membangun budaya hidup sehat tidak cukup dimulai ketika seseorang telah dewasa, dan kebiasaan tersebut perlu ditanamkan sejak anak berada di bangku sekolah, ketika pola pikir dan karakter mulai terbentuk.

“Problem kita, anak-anak sering lebih banyak memilih food for fun tanpa sadar kandungan gizinya. Karena itu, budaya hidup sehat dan sadar pangan menjadi penting,” ujarnya.

Dia menilai kolaborasi bersama BPOM menjadi langkah bersama untuk memperluas edukasi keamanan pangan di sekolah melalui peluncuran Program Sadar Pangan Aman (Sapa) Sekolah Berbasis Budaya, Gerakan 1.000 Kader Edukasi Pangan Aman Menggunakan Bahasa Daerah, serta tiga pedoman pelaksanaan keamanan pangan yang mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembudayaan pangan aman di satuan pendidikan.

Melalui kolaborasi ini, Kemendikdasmen ingin memastikan bahwa sekolah tidak hanya menjadi tempat peserta didik memperoleh pengetahuan, tetapi juga ruang untuk membangun kebiasaan hidup sehat yang akan mereka bawa hingga dewasa.

“Mudah-mudahan MoU ini menjadi awal untuk membangun budaya hidup sehat bagi Generasi Emas Indonesia 2045,” katanya.

Dia memandang kolaborasi ini selaras dengan berbagai program prioritas, mulai dari Program Sekolah Sehat, Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, pembangunan budaya sekolah yang aman dan nyaman, hingga Program Makan Bergizi Gratis yang menjangkau jutaan peserta didik.

Senada, Kepala BPOM, Taruna Ikrar menilai sinergi lintas sektor menjadi kunci memperluas edukasi keamanan pangan. Saat ini, dari sekitar 260 ribu sekolah di Indonesia, baru sekitar 60 ribu sekolah yang dapat dijangkau langsung oleh BPOM.

Baca juga: Kemenkes edukasi pangan sehat dan aman cegah berbagai penyakit

Baca juga: BBPOM Jakarta edukasi warga Pulau Tidung terkait gizi dan pangan aman

“Pembudayaan keamanan pangan di sekolah sejak dini menjadi salah satu solusi permasalahan keamanan pangan. Pendidikan mengenai budaya makan sehat dan bergizi wajib diajarkan sejak awal,” katanya.

Selain itu, kolaborasi tersebut juga diperkuat melalui pendekatan budaya.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan bahwa penggunaan bahasa daerah, seni pertunjukan, dan cerita rakyat akan membuat pesan tentang keamanan pangan lebih mudah diterima masyarakat.

“Pesan keamanan pangan akan lebih mudah diterima jika disampaikan melalui bahasa daerah, seni pertunjukan atau cerita rakyat. Kebudayaan bukan hanya warisan yang dilestarikan, tetapi juga sarana efektif membangun kesadaran publik,” ujarnya.

Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.