Tue,28 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Top News
  3. Trump masih perintah serangan ke Iran di tengah jeda kampanye militer

Trump masih perintah serangan ke Iran di tengah jeda kampanye militer

trump-masih-perintah-serangan-ke-iran-di-tengah-jeda-kampanye-militer
Trump masih perintah serangan ke Iran di tengah jeda kampanye militer
service

Washington (ANTARA) – Presiden Amerika Serikat Donald Trump masih dapat mengeluarkan perintah untuk melakukan serangan terhadap Iran, dengan situasi di kawasan yang tetap bergejolak di tengah jeda dalam kampanye pengeboman.

RIA Novosti pada Senin, dengan mengutip The Wall Street Journal dengan mengutip pejabat AS, melaporkan bahwa Trump menunda rencana untuk meningkatkan secara tajam kampanye militer terhadap Iran karena kekhawatiran bahwa eskalasi dapat menguras persediaan rudal pertahanan udara yang sudah menipis secara berbahaya.

Pejabat pemerintahan Trump mengatakan bahwa negara-negara Teluk, termasuk Oman dan Qatar, sedang berupaya menghidupkan kembali proses diplomatik, demikian dilaporkan The Wall Street Journal pada Minggu.

Sementara itu, Axios melaporkan pada Sabtu, bahwa militer AS masih menyiapkan rencana kontingensi untuk kembali melakukan aksi militer berskala besar terhadap Iran, meskipun Presiden Donald Trump belum mengeluarkan perintah tersebut.

Menurut laporan itu, Trump memerintahkan penghentian serangan lebih lanjut pada Jumat, sekaligus mengakhiri rangkaian serangan berturut-turut selama 13 hari.

Adapun pada malam menjelang 18 Juni, Teheran dan Washington menandatangani nota kesepahaman untuk mengakhiri konflik yang dimulai pada 28 Februari. Namun, sejak 8 Juli, pasukan AS telah melancarkan beberapa rangkaian serangan terhadap Iran.

Komando Pusat AS (US Central Command) menyatakan bahwa serangan tersebut merupakan respons terhadap tindakan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz. Pasukan Iran merespons dengan melancarkan serangan terhadap pangkalan-pangkalan AS di Timur Tengah.

Sedangkan pada 12 Juli, Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz hingga AS menghentikan campur tangannya di kawasan tersebut, setelah kembali terjadi gelombang saling serang antara kedua pihak dalam konflik.

Sehari kemudian, Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat akan menjadi “penjaga” Selat Hormuz. Ia juga kembali memberlakukan blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga: Iran sebut tak akan biarkan AS tentukan waktu perang dan perdamaian

Baca juga: CENTCOM usulkan akhiri serangan di Selat Hormuz demi efektivitas

Baca juga: NYT: Tentara AS yang terluka dalam konflik Iran meningkat, jadi 624

Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.