Thu,28 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Ketika Tambak Udang Acam Ekosistem Pesisir Lombok Timur

Ketika Tambak Udang Acam Ekosistem Pesisir Lombok Timur

ketika-tambak-udang-acam-ekosistem-pesisir-lombok-timur
Ketika Tambak Udang Acam Ekosistem Pesisir Lombok Timur
service

 Alisah memandangi deretan bangunan tembok tambak udang yang membentang di sepanjang garis pantai desanya di Sepolong, Kecamatan Labuhan Haji, Lombok Timur. Di hadapannya, laut yang dulu menjadi ruang hidup kini perlahan berubah. Angin laut berhembus pelan pagi itu. Di sejumlah titik, air laut tampak sedikit keruh kecoklatan, terutama di dekat area saluran pembuangan tambak. Sesekali suara mesin aerator dari kolam-kolam budidaya terdengar samar bercampur debur ombak kecil di bibir pantai. “Dulu sepanjang pantai ini terbuka. Kami bebas cari ikan di pinggir,” katanya lirih. “Sekarang hampir semua berubah.” Sudah lebih dari tiga dekade lelaki 70 tahun itu menjadi nelayan tradisional. Dia hidup dari tangkapan ikan kecil di sekitar pesisir, tembang, selar, cumi, hingga kepiting. Namun beberapa tahun terakhir, sejak tambak-tambak udang tumbuh cepat di sepanjang pantai, hasil tangkapannya terus menurun. Sekali melaut, dia kadang hanya membawa pulang ikan senilai Rp50.000-70.000. Padahal sebelumnya, dalam sehari dia bisa mendapatkan lebih dari Rp300.000. Awaludin, nelayan lain keluhkan hal sama. Menurutnya, perubahan paling terasa terjadi setelah tambak udang memenuhi sejumlah kawasan pesisir. Air laut yang dulu jernih kini kerap berubah keruh. Terutama saat tambak membuang limbah atau melakukan pengurasan kolam. “Kalau mereka buang air tambak, laut jadi hitam dan berlumpur,” katanya. Dua nelayan kecil tengah memancing di pesisir Lombok Timur. Foto: Ahmad H. Ramdhani/Mongabay Indonesia. Pengawasan lemah Cerita seperti Alisah dan Awaludin juga terjadi di desa-desa di pesisir timur Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Tak jarang, ekspansi tambak udang yang cukup pesat memincu konflik ekologis dan sosial di tingkat kampung. Di satu sisi, industri…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.