Wed,27 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Kisah Pangan Lokal yang Menjaga Budaya

Kisah Pangan Lokal yang Menjaga Budaya

kisah-pangan-lokal-yang-menjaga-budaya
Kisah Pangan Lokal yang Menjaga Budaya
service

Yuk, ikuti WhatsApp Channel Mongabay Indonesia dan dapatkan artikel terbaru setiap harinya. Indonesia memiliki keragaman pangan yang cukup besar. Banyak pilihan karbohidrat, protein hingga serat untuk menjadi bahan makanan sehari-hari. Meski begitu, kebijakan masa orde baru membuat masyarakat tergantung pada beras sebagai pangan utama dan pilihan satu-satunya. Di tengah maraknya beras menjadi pilihan tugas, masih banyak masyarakat yang mengandalkan bahan pangan lokal yang identik dengan wilayahnya. Seperti singkong di wilayah Jawa Tengah, sagu di wilayah timur Indonesia, sorgum di wilayah Nusa Tenggara Timur hingga lainnya. Komunitas adat Bonokeling di Banyumas, Jawa Tengah, misalnya yang menjadikan singkong sebagai bagian dari ritual adat dan makanan sehari-hari. Bagi mereka, mengonsumsi pangan lokal bukan berarti mereka tak punya pilihan, tapi justru menjadi cara untuk beradaptasi di musim paceklik dan mewariskan budaya dari leluhur. Satu cerita ini menjadi sebuah gambaran bahwa peran pangan lokal sangat penting sebagai identitas masyarakat itu sendiri. Di berbagai daerah di Indonesia, masyarakatnya memiliki cara tersendiri dalam menjaga kearifan lokal dengan memanfaatkan sumber pangan yang ada. Mulai dari umbi-umbian, biji-bijian, hingga hasil laut, semuanya tidak hanya dimakan, tapi juga dijaga lewat tradisi, kebiasaan, dan nilai-nilai yang diwariskan turun-temurun. Nah, berikut ini jenis pangan lokal khas dari berbagai daerah di Indonesia. Masyarakat masih melestarikannya dan menjadi bagian dari ritual adat mereka. 1. Ubi Banggai Ubi Banggai, sumber pangan juga identitas masyarakat di Pulau Peleng. Foto: Sarjan Lahay/ Mongabay Indonesia Di Pulau Peleng, Sulawesi Tenggara, ubi banggai merupakan pangan utama masyarakat setempat yang tumbuh subur di tanah karst. Rasa ubi ini seperti kentang…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.