Wed,27 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Pohon Berusia 5.000 Tahun, Sudah Ada Sebelum Piramida Giza Dibangun, Kini Sekarat

Pohon Berusia 5.000 Tahun, Sudah Ada Sebelum Piramida Giza Dibangun, Kini Sekarat

pohon-berusia-5.000-tahun,-sudah-ada-sebelum-piramida-giza-dibangun,-kini-sekarat
Pohon Berusia 5.000 Tahun, Sudah Ada Sebelum Piramida Giza Dibangun, Kini Sekarat
service

Ketika orang Mesir kuno baru mulai menumpuk batu demi batu untuk membangun Piramida Giza, sebuah benih kecil jatuh ke tanah di sebuah lembah basah di ujung selatan Amerika Selatan. Benih itu tumbuh. Terus tumbuh. Melewati kejatuhan Romawi, melewati wabah hitam di Eropa, melewati dua perang dunia. Dan hingga hari ini, pohon itu masih berdiri. Sekitar 5.400 tahun lalu, benih cemara Patagonia itu tumbuh di sebuah lembah di wilayah yang kini menjadi Chile. Selama ribuan tahun, pohon raksasa ini berkembang hingga setinggi 30 meter, dengan batang berdiameter lebih dari empat meter. Pohon itu kini dikenal sebagai Alerce Milenario, atau Gran Abuelo, sang Kakek Buyut. Dalam bahasa adat Mapudungun milik suku Mapuche, ia disebut Lañilawal. Lokasinya tersembunyi di dalam jurang yang lembab di Taman Nasional Alerce Costero, sekitar 800 kilometer selatan Santiago, Chile. Taman nasional ini sendiri baru ditetapkan secara resmi pada 2012, namun pohon yang ada di dalamnya telah berdiri jauh sebelum konsep taman nasional bahkan pernah terpikirkan oleh manusia. Para ilmuwan memperkirakan Lañilawal adalah pohon tertua yang masih hidup di muka bumi, melampaui usia Methuselah, pohon pinus bristlecone di California yang selama ini memegang rekor dengan usia 4.853 tahun. Jika estimasi itu benar, Lañilawal lebih tua lebih dari 600 tahun dari pohon manapun yang pernah tercatat dalam sejarah ilmu pengetahuan. Namun di tengah potensi rekor itu, ada kabar yang mengkhawatirkan : pohon ini sedang sekarat. Dari Kakek ke Cucu Jonathan Barichivich tumbuh besar di dekat Taman Nasional Alerce Costero, tempat kakeknya yang bekerja sebagai penjaga hutan menemukan pohon ini beberapa…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.