Mubadalah.id – Kedekatan antara pasangan selama kehamilan tidak hanya dapat dibangun melalui hubungan seksual. Ada berbagai cara lain yang dapat dilakukan pasangan untuk tetap merasa dekat, nyaman, dan menyenangkan bagi satu sama lain.
Beberapa pasangan dapat saling mengusap atau memijat bagian tubuh pasangannya. Sentuhan tersebut dapat menjadi bentuk perhatian sekaligus membantu ibu merasa lebih rileks selama menjalani kehamilan.
Pasangan juga dapat membangun kedekatan dengan berbicara mengenai harapan dan kekhawatiran masing-masing. Komunikasi semacam ini dapat membantu pasangan memahami perubahan perasaan dan kebutuhan satu sama lain selama kehamilan.
Dengan demikian, kedekatan dalam hubungan tidak hanya bergantung pada aktivitas seksual. Perhatian, sentuhan, komunikasi, dan kesediaan untuk saling mendengarkan juga menjadi bagian dari hubungan yang dapat membantu ibu dan pasangan menghadapi masa kehamilan bersama.
Penting Memperhatikan Seks yang Aman
Ketika ibu hamil berhubungan seks, pencegahan infeksi juga perlu menjadi perhatian. Setiap benda yang masuk ke bagian tubuh ibu perlu dipastikan dalam kondisi bersih, termasuk penis maupun tangan.
Kebersihan menjadi penting karena infeksi selama kehamilan dapat menimbulkan masalah kesehatan bagi ibu. Karena itu, pasangan perlu sama-sama menjaga kebersihan sebelum melakukan hubungan seksual.
Penggunaan kondom juga penting, terutama bagi laki-laki yang berhubungan seks dengan lebih dari satu perempuan. Kondom perlu ia gunakan termasuk ketika berhubungan dengan pasangan yang sedang hamil.
Kondom dapat menjadi salah satu cara untuk membantu mencegah penularan infeksi, termasuk HIV/AIDS dan infeksi menular seksual lainnya.
Hubungan Seks dan Risiko Kelahiran Dini
Riwayat kehamilan juga menjadi salah satu hal yang perlu kita perhatikan dalam menentukan aktivitas seksual selama kehamilan. Seorang ibu yang pernah mengalami persalinan prematur mungkin memilih untuk menghindari hubungan seks ketika usia kehamilan telah mencapai enam bulan.
Pilihan tersebut dapat kita lakukan sebagai upaya untuk mencegah terjadinya kelahiran terlalu awal atau prematur. Ibu dengan riwayat persalinan prematur sebaiknya membicarakan kondisi kehamilannya dengan tenaga kesehatan agar dapat mengetahui aktivitas yang aman sesuai kondisi masing-masing.
Kehamilan merupakan masa ketika tubuh dan kehidupan ibu mengalami berbagai penyesuaian. Karena itu, perubahan pada ingatan, keinginan seksual, maupun cara pasangan membangun kedekatan perlu kita pahami sebagai bagian dari proses tersebut.
Dalam menjalani perubahan itu, ibu dan pasangan perlu saling berkomunikasi, menghargai kenyamanan masing-masing, serta mencari informasi yang tepat agar kehidupan selama kehamilan tetap aman dan nyaman.
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Melahirkan karya Susan Klein dkk, hlm 108.





Comments are closed.