Sun,26 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Kiki Nasution Nangis saat Lihat Tradisi Lokal Dayak Iban: Kita Kehilangan Rasa

Kiki Nasution Nangis saat Lihat Tradisi Lokal Dayak Iban: Kita Kehilangan Rasa

kiki-nasution-nangis-saat-lihat-tradisi-lokal-dayak-iban:-kita-kehilangan-rasa
Kiki Nasution Nangis saat Lihat Tradisi Lokal Dayak Iban: Kita Kehilangan Rasa
service

9 Februari 2026 21.00 WIB • 2 menit

Kiki Nasution Nangis saat Lihat Tradisi Lokal Dayak Iban: Kita Kehilangan Rasa


Sabda Bumi ialah tayangan siniar yang menghadirkan dokumentasi seputar obrolan kearifan lokal di Indonesia. Dipandu oleh fotografer dan traveler, Kiki Nasution, siniar ini sudah sudah berjalan sejak 2023 lalu.

Mengenai namanya yang menggambarkan ke-Indonesia-an dalam segi bahasa, Kiki mengaku ide itu diambil dari saran pengarah kreatifnya. Sebelumnya sebenarnya Kiki ingin menamainya dengan nama berbahasa Inggris. Akan tetapi, karena siniar akan dikemas dengan mengangkat unsur lokal nama Sabda Bumi pun akhirnya disetujuinya.

Creative director-ku yang membikin logo dan branding-nya itu namanya Ace. Terus Ace bilang, ‘Kalau gua ngerasa kayak Sabda Bumi aja deh gitu’. Wah terdengar menarik kan, soalnya semua part of the system dan yang diceritakan tokoh-tokoh yang memberi pesan dari alam. Dia hanya medium, jadi yang bersabda itu bukan manusia, tapi bumi. Oke, langsung pakai,” ucap Kiki kepada Good News From Indonesia dalam segmen GoodTalk.

Sabda Bumi kini sudah mencapai 24 episode di mana ada banyak kisah menarik yang dihimpun Kiki dari para penganut tradisi lokal. Salah satu pengalaman menarik yang didapatnya dan sekaligus menyentuh hati ialah ketika menyambangi masyarakat Dayak Iban.

Suku Dayak Iban sendiri adalah salah satu rumpun suku Dayak yang mendiami sejumlah tempat di Pulau Kalimantan. Ada banyak tradisi dari Dayak Iban salah satunya Nyapai Tanah di mana tradisi itu dilakukan sebelum menanam.

Nyapai Tanah itu memberi makan tanah secara translation-nya. Jadi di Iban tuh kalau kita sebelum mereka buka ladang, sebelum nanam, ladangnya mereka ritual ngasih makan tanah. Ada sajen, beberapa elemen ditaruh, ditanam,” ujar Kiki.

Doa-doa dipanjatkan tetua adat saat tradisi Nyapai Tanah berlangsung. Kiki yang menyaksikannya secara langsung mengaku menangis karena panjatan rasa syukur dari suku Dayak Iban kepada bumi sebagai medium pemberi pangan begitu dalam.

“Di komunitas Dayak Iban ini pangan tuh sesuatu yang sakral pemberian dari alam, harus disyukuri dengan benar dan cara mereka mensyukuri hidup cukup dengan pangan. Makanya di sana pangan tuh enggak boleh dibuang, benar-benar harus kita habisin karena itu blessing. Aku kayak entah kenapa pas momen itu mereka mensyukuri banget untuk nanam dan pangan yang ada, teringat di kota banyak yang buang makanan. Itu buat aku nangis ya, maksudnya di momen itu kayak, ‘kok kita kehilangan rasa kita?’ dan ‘gimana ya kita bisa kembali lagi merawat rasa syukur dan cukup itu ke alam dan pangan?’,” lanjut Kiki.

Suku Dayak Iban memang memiliki sikap kedekatan alam yang kuat. Tak heran musisi Wales, Novo Amor mengabadikan kisah mereka menjaga hutan dalam dokumenter musik “Earth Defender” yang dirilis pada 2024 lalu. Video musik itu sendiri digarap bersama sutradara muda dari kalangan Dayak Iban Sungai Utik, Kynan Tegar.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dimas Wahyu Indrajaya lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dimas Wahyu Indrajaya.

Tim Editorarrow

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.