Thu,16 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Kisah 5 Srikandi PMI di Kumamoto, Selamatkan Lansia Jepang dari Hipotermia

Kisah 5 Srikandi PMI di Kumamoto, Selamatkan Lansia Jepang dari Hipotermia

kisah-5-srikandi-pmi-di-kumamoto,-selamatkan-lansia-jepang-dari-hipotermia
Kisah 5 Srikandi PMI di Kumamoto, Selamatkan Lansia Jepang dari Hipotermia
service

24 Juni 2026 23.14 WIB • 2 menit

Lima PMI di Jepang yang mendapatkan penghargaan | KP2MI


Kisah heroik datang dari lima perempuan tangguh asal Indonesia yang bekerja di Jepang. Lima Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bermukim di Prefektur Kumamoto, Jepang, berhasil menyelamatkan seorang lansia Jepang yang jatuh ke saluran air di bulan Januari 2026 lalu.

Kelima perempuan itu adalah Puji Atun, Widyawati Firda Saputri, Novita Rohmah Danti, Nira Nur Marisa, dan Elly Widyawati. Berkat inisiatif dan kebaikan mereka, para PMI ini dianugerahi penghargaan Kansha-jo atau surat apresiasi resmi dari Kepolisian Kumamoto.

Selamatkan Nenek 80 Tahun di Tengah Cuaca Dingin

Peristiwa tersebut terjadi pada 15 Januari 2026 di wilayah Minami-ku, Kumamoto. Saat itu, waktu menunjukkan pukul 20.30, dan suhu udara berada di kisaran angka 10–11 derajat Celsius.

Awalnya, tiga dari mereka, Puji, Widyawati, dan Novita, sedang dalam perjalanan pulang dengan bersepeda setelah bekerja. Kemudian, mereka mendengar suara seseorang yang meminta tolong.

Ternyata suara itu datang dari seorang wanita lansia yang berusia 80 tahunan dan terjatuh di kanal air pinggir jalan. Tiga PMI itu berhenti dan membantu si nenek.

Tak lama, ketiganya memanggil dua rekan lainnya yang fasih berbahasa Jepang. Mereka menuju pos polisi kecil atau koban terdekat. Namun, ternyata pos itu kosong. Hanya ada instruksi untuk menghubungi nomor darurat 110.

Sambil menunggu petugas datang, mereka melakukan pertolongan pertama. Jas hujan, topi, hingga sarung tangan milik mereka digunakan untuk menyelimuti tubuh lansia tersebut agar suhunya tetap terjaga.

Bahkan bagian kaki sang nenek ditutupi dengan jas hujan agar tidak terpapar hawa dingin lebih lama. Setelah 30 menit, petugas kepolisian akhirnya tiba dan segera membawa sang nenek ke fasilitas kesehatan terdekat.

Disebutkan jika si nenek tidak mengingat alamat rumahnya, sehingga polisi memintanya untuk menuliskan namanya dalam bahasa Kanji untuk proses identifikasi. Sang nenek kemudian dibawa oleh ambulans untuk mendapatkan perawatan kesehatan.

Penghargaan Kansha-jo dari Kepolisian Jepang

Setelah menyelamatkan nenek, pada 29 Januari 2026, Kepolisian Kumamoto Minami mengundang kelima WNI tersebut untuk menerima penghargaan Kansha-jo sebagai bentuk apresiasi tertinggi atas keberanian dan empati mereka.

Bahkan, pimpinan perusahaan tempat mereka bekerja, Fasilitas Sortir Sayuran Kota Kumamoto JA (Japan Agricultural Cooperatives), Uchida, ikut mengungkapkan rasa bangganya terhadap para karyawannya yang dikenal rajin dan konsisten ini.

“Ini sudah menjadi hal yang biasa di Indonesia. Jika kamu kesulitan dan jika ada yang membutuhkan pertolongan, kita harus membantu,” ungkap salah satu di antara Srikandi tersebut dalam keterangan resminya.

Sebagai informasi, lima PMI ini bekerja di bidang penyortiran komoditas pertanian, seperti melon, terong, dan lainnya. Perusahaan tersebut memang sudah mempekerjakan puluhan PMI sejak 2023.

Saat ini, kelimanya bekerja di Jepang dengan visa Tokutei Ginou 1 atau Pekerja Terampil Spesifik. Mereka menargetkan untuk bisa “menaikkan” visanya menjadi Tokutei Ginou 2 agar bisa bekerja lebih lama di Jepang dan membawa keluarga.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firda Aulia Rachmasari lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firda Aulia Rachmasari.

Tim Editorarrow

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.