Wed,12 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. Kisah Anak 2 Th Bantu Selamatkan Adik dI Kandungan, Berawal dari Gerakan Janin Tak Terasa

Kisah Anak 2 Th Bantu Selamatkan Adik dI Kandungan, Berawal dari Gerakan Janin Tak Terasa

kisah-anak-2-th-bantu-selamatkan-adik-di-kandungan,-berawal-dari-gerakan-janin-tak-terasa
Kisah Anak 2 Th Bantu Selamatkan Adik dI Kandungan, Berawal dari Gerakan Janin Tak Terasa
service

Jakarta

Sebuah kisah mengharukan dialami seorang Bunda bernama Amanda Braverman-Brohn sekitar 18 tahun lalu. Saat putranya, Aiden, berusia dua tahun, ia berhasil menyelamatkan nyawa sang adik di dalam kandungan ibundanya.

Kisah ini berawal dari perubahan perilaku Aiden yang terus-menerus memeluk dan menyentuh perut ibudanya saat hamil anak kedua. Keluarga kemudian menyadari ada sesuatu yang salah dengan kehamilan Braverman-Brohn.

Dilansir People, Braverman-Brohn bergegas ke rumah sakit setelah menyadari bayinya tidak bergerak di dalam rahim. Perempuan asal Wisconsin, Amerika Serikat (AS) ini lalu menjalani operasi caesar darurat yang berhasil menyelamatkan anak keduanya, Preston.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kisah kakak selamatkan adik di dalam kandungan ibunya

Pada tahun 2008 lalu, Braverman-Brohn sedang hamil anak keduanya, Preston. Saat itu, ia harus menjalani istirahat total karena risiko alami persalinan prematur, yang menurutnya adalah hal ‘normal’.

Namun kemudian, ketika usia kehamilannya memasuki 37 minggu, ia merasakan ada yang berbeda dari janin di dalam kandungannya. Kekhawatirannya semakin meningkat ketika Aiden yang berusia dua tahun bermain dokter-dokteran dengan mendengarkan suara di dalam perutnya.

Biasanya, Aiden akan meletakkan stetoskop mainannya di perut sang Bunda. Ia dengan bangga melaporkan bahwa bayi di dalam perut ibundanya baik-baik saja dan sehat.

Namun, pada hari itu Aiden mengatakan bahwa ia tidak mendengar gerakan adik laki-lakinya. “Dia melakukan pemeriksaan rutin seperti biasa, dan dia berkata, ‘Bayi itu tidak baik-baik saja,” ungkap Braverman-Brohn.

Braverman-Brohn begitu takut. Ia pun bergegas ke rumah sakit untuk memeriksakan kandungannya dan langsung menjalani operasi caesar darurat.

Menurut hasil pemeriksaan, Preston mengalami stroke, Bunda. Beruntung setelah ia lahir, dokter mampu menyelamatkan dengan melakukan resusitasi di ruang operasi.

Pengalaman tersebut mengubah hidup Braverman-Brohn

Pengalaman tersebut berhasil mengubah jalan hidup Braverman-Brohn, Bunda. Setelah melahirkan anak keduanya, Braverman-Brohn memilih untuk menjadi advokat pencegahan kematian bayi di dalam kandungan. Ia ingin meningkatkan kesadaran para Bunda tentang kasus bayi lahir mati atau stillbirth.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), kematian janin dalam kandungan memengaruhi sekitar 1 dari 175 kelahiran. Setidaknya, setiap tahun sekitar 21.000 bayi lahir mati di Amerika Serikat.

Meskipun kematian janin dalam kandungan berdampak pada keluarga dari semua latar belakang, perempuan kulit hitam non-Hispanik berisiko dua kali lebih lebih tinggi mengalami stillbirth dibandingkan kelompok lain.

Untuk membantu mengurangi angka kematian bayi, Braverman-Brohn telah berupaya menyebarkan kesadaran di seluruh negara bagiannya. Ia bahkan telah berbicara dengan seorang senator tentang pentingnya pendidikan kesehatan ibu, yang mencakup gerakan janin.

“Mengajari calon orang tua cara melacak gerakan janin dan mengapa itu penting bukanlah hal yang invasif,” katanya.

“Mereka bisa melakukannya di rumah. Mereka bisa membela diri sendiri. Mereka mendapatkan pengetahuan yang memberdayakan mereka untuk menggunakan suara dan berbicara.”

Hampir dua dekade setelah hari yang mengerikan itu, Preston kini sudah berusia 18 tahun dan baru saja lulus SMA. Hari kelulusan Preston menjadi momen titik balik kehidupan Braverman-Brohn, Bunda.

“Kelulusannya mengingatkan saya bahwa saya mulai menganggap remeh momen-momen biasa. Hidup itu rapuh dan hidup itu istimewa,” ungkapnya.

“Aiden akan menceritakan betapa beruntungnya dia karena sahabatnya masih hidup sampai sekarang,” lanjutnya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.