Fri,21 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Ragam Cita Rasa Nusantara Hadir Melalui ROSO Restaurant di Yogyakarta

Ragam Cita Rasa Nusantara Hadir Melalui ROSO Restaurant di Yogyakarta

ragam-cita-rasa-nusantara-hadir-melalui-roso-restaurant-di-yogyakarta
Ragam Cita Rasa Nusantara Hadir Melalui ROSO Restaurant di Yogyakarta
service

21 Agustus 2026 15.05 WIB • 2 menit

Ragam Cita Rasa Nusantara Hadir Melalui ROSO Restaurant di Yogyakarta


Yogyakarta dikenal sebagai salah satu kota di Indonesia yang memiliki kekayaan tradisi dan budaya yang kuat. Kekayaan tersebut juga tercermin melalui kulinernya, mulai dari makanan yang tumbuh di tengah masyarakat hingga sajian yang berkaitan dengan tradisi dan sejarah Keraton Yogyakarta.

Kehadiran restoran yang membawa masakan Indonesia dengan pendekatan berbeda salah satunya ada di ROSO Restaurant, yang resmi dibuka di Grand Hotel De Djokja pada Agustus 2026.

ROSO merupakan restoran yang sebelumnya hadir di Bali dan kini membuka cabang di Yogyakarta. Misi restoran ini adalah untuk memperkenalkan cita rasa Indonesia melalui teknik dan penyajian yang sangat modern.

Membawa Cerita Nusantara ke Meja Makan

Hidangan ROSO Restaurant di Grand Hotel De Djokja | Foto: Grand Hotel De Djokja

info gambar

Hidangan ROSO Restaurant di Grand Hotel De Djokja | Foto: Grand Hotel De Djokja

Pembukaan ROSO Yogyakarta ditandai dengan Opening Dinner yang mempertemukan sejumlah chef dari ROSO Bali dan Yogyakarta. Chef Ketut Gede Arya Prima Udayana dan Chef Komang Kardana dari ROSO Bali berkolaborasi dengan Chef Kolibin selaku Head Chef ROSO Yogyakarta.

Dalam acara tersebut, mereka menyajikan Seven-Courses Journey, rangkaian tujuh hidangan yang mengambil inspirasi dari berbagai daerah di Indonesia. Salah satu sajian mengangkat tempe melalui tiga bentuk, yakni Lemper Tempe, Tempe Coin, dan Tempe Cone.

Ada pula Naniura yang terinspirasi dari kuliner masyarakat Batak, serta hidangan berbumbu Bali seperti Lobster Base Genep dan Sampi Menyat-Nyat.

Yogyakarta juga mendapat tempat dalam rangkaian tersebut melalui Manuk Nom. Hidangan ini mengambil inspirasi dari tradisi kuliner Keraton Yogyakarta dan menjadi bagian dari upaya menghubungkan sajian restoran dengan daerah tempatnya berada.

General Manager Grand Hotel De Djokja Andreas Kahl menyebut kehadiran ROSO menjadi bagian dari pengembangan hotel sekaligus upaya menghadirkan kuliner Indonesia dalam pengalaman hospitality modern.

“ROSO adalah perwujudan dari apa yang ingin kami hadirkan di Grand Hotel De Djokja sebuah pengalaman yang berakar kuat pada budaya Indonesia namun disajikan dengan standar hospitality kelas dunia,” paparnya.

Merawat Identitas Kuliner Indonesia

Executive Chef Grand Hotel De Djokja Philip Walasary pada ROSO Restaurant di Grand Hotel De Djokja | Foto: Grand Hotel De Djokja

info gambar

Executive Chef Grand Hotel De Djokja Philip Walasary pada ROSO Restaurant di Grand Hotel De Djokja | Foto: Grand Hotel De Djokja


Sementara itu, Director of Food & Beverage sekaligus Executive Chef Grand Hotel De Djokja Philip Walasary menyoroti pentingnya memahami latar belakang sebuah makanan ketika mengolah kuliner Indonesia dalam bentuk yang lebih modern.

Menurutnya, kekayaan kuliner Indonesia tidak hanya terletak pada rasa, tetapi juga pada sejarah serta nilai budaya yang menyertainya.

“Di ROSO, kami tidak berupaya mengubah identitas kuliner Indonesia. Sebaliknya, kami berusaha menghormati dan mengangkatnya melalui teknik, presentasi, dan pelayanan yang lebih modern, sehingga setiap tamu dapat merasakan kembali keaslian rasa Indonesia dalam bentuk yang elegan dan berkesan,” kata Philip.

Dengan pembukaan ROSO, ragam masakan Indonesia mendapat ruang untuk diperkenalkan dalam satu pengalaman yang mewah. Kehadirannya di Yogyakarta juga menambah pilihan bagi wisatawan untuk mengenal kuliner Nusantara melalui sajian dari berbagai tradisi daerah.

ROSO Yogyakarta mulai beroperasi pada 17 Agustus 2026 di Grand Hotel De Djokja, dan buka setiap hari pukul 06.00 hingga 22.30 WIB.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Pierre Rainer lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Pierre Rainer.

Tim Editorarrow

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.