Tue,21 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Kisah Santi, Anak Kucing Kuwuk yang Dilepasliarkan di Hutan Bali

Kisah Santi, Anak Kucing Kuwuk yang Dilepasliarkan di Hutan Bali

kisah-santi,-anak-kucing-kuwuk-yang-dilepasliarkan-di-hutan-bali
Kisah Santi, Anak Kucing Kuwuk yang Dilepasliarkan di Hutan Bali
service

Malam-malam panjang jadi perjalanan Farida Ulya, dokter hewan muda Jaringan Satwa Indonesia (JSI). Setiap dua jam sekali, perempuan jebolan Fakultas Kedokter Universitas Gadjah Mada (UGM) ini, harus bangun untuk memeriksa seekor anak kucing kuwuk yang datang dalam kondisi sangat lemah. Tubuhnya kecil, tanpa induk, dan memerlukan susu. Anak kucing itu diberi nama Santi, yang beberapa bulan kemudian dilepasliarkan di Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Gilimanuk, Bali. Bagi Farida, kisah Santi tak hanya cerita penyelamatan satwa liar. Melainkan, pengalaman pertamanya dengan kucing yang disebut juga kucing hutan, yang dirawatnya sejak bayi. “Waktu pertama datang, saya khawatir sekali,” katanya, Jum’at (13/3/2025). Ini dikarenakan kondisi Prionailurus bengalensis masih lemah imun tubuhnya. Sebab, umumnya bayi satwa liar bergantung pada induknya untuk mendapatkan nutrisi dan perlindungan. Tanpa induk, peluang bertahan hidupnya kecil. Dari rekam jejaknya, Santi ditemukan di area perkebunan yang usianya diperkirakan tiga minggu. “Awalnya dia lemah, kedinginan, dan kurang mau minum susu.” Setelah dirawat intensif, Santi menunjukkan progres. Menurut Farida, perawatan bayi kucing kuwuk bukan perkara mudah. Berbeda dengan satwa dewasa yang biasanya sudah punya daya tahan tubuh lebih kuat, bayi satwa liar sangat rentan terhadap penyakit dan stres. Dalam kasus Santi, tim rehabilitasi harus memastikan kebutuhan dasar seperti suhu tubuh, nutrisi, dan kebersihan benar-benar terjaga. “Saya bangun tiap dua jam untuk memberi susu dan memastikan ia tetap hangat.” Kucing kuwuk bernama Santi ini dipertahankan sifat aslinya agar dapat hidup di alam liar. Foto: I Gede Suardana/JSI Perjalanan rehabilitasi Proses rehabilitasi sekitar lima setengah bulan. Mulanya, ia hanya diberi pakan lunak. Setelah kondisinya stabil,…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.