Tue,21 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Kisah Seorang Nenek dan Seekor Landak, Cerita Rakyat dari Manggarai Nusa Tenggara Timur

Kisah Seorang Nenek dan Seekor Landak, Cerita Rakyat dari Manggarai Nusa Tenggara Timur

kisah-seorang-nenek-dan-seekor-landak,-cerita-rakyat-dari-manggarai-nusa-tenggara-timur
Kisah Seorang Nenek dan Seekor Landak, Cerita Rakyat dari Manggarai Nusa Tenggara Timur
service

Kisah Seorang Nenek dan Seekor Landak, Cerita Rakyat dari Manggarai Nusa Tenggara Timur | Pexels/Kenny Belue


Ada sebuah cerita rakyat dari Manggarai, Nusa Tenggara Timur yang berkisah tentang seorang nenek dan seekor landak. Cerita rakyat ini mengisahkan tentang interaksi antara nenek dan landak tersebut hingga menemukan akhir yang bahagia nantinya.

Berikut kisah lengkap dari cerita rakyat Manggarai, Nusa Tenggara Timur tersebut.

Kisah Seorang Nenek dan Seekor Landak, Cerita Rakyat dari Manggarai Nusa Tenggara Timur

Dinukil dari buku Cerita Rakyat Manggarai, alkisah pada zaman dahulu hiduplah seorang nenek sebatang kara. Nenek ini tinggal di sebuah gubuk yang ada di tepi danau.

Setiap hari nenek ini bekerja di kebun yang tidak jauh dari rumahnya. Hasil kebun ini dia manfaatkan untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari.

Pada suatu hari, berangkatlah sang nenek menuju kebun seperti biasa. Sesampainya di sana, sang nenek bekerja mengolah kebun yang dia punya.

Begitu tengah hari, sang nenek beristirahat di bawah pohon. Tidak lama kemudian, lewat seekor landak di depan sang nenek.

Landak ini kemudian menyapa nenek tersebut. Dia bertanya apakah sang nenek memiliki air yang bisa dibagi untuknya.

Nenek itu bertanya jika air yang dia miliki sudah habis. Dia juga tidak lagi memiliki persediaan air lainnya yang bisa dibagi pada sang landak.

Sang nenek pun berinisiatif untuk mengajak landak itu ke rumahnya. Dengan senang hati landak tersebut menerima tawaran dari nenek baik hati itu.

Sesampainya di rumah, sang nenek memberikan air untuk landak tersebut. Tidak hanya itu, dirinya juga memasak banyak makanan untuk mereka makan bersama.

Ketika semua makanan habis, landak tersebut merasa nyaman tinggal di sana. Dia pun meminta izin apakah boleh tinggal bersama sang nenek di rumah tersebut.

Sang nenek menerima tawaran ini dengan senang hati. Kini dia tidak perlu tinggal seorang diri di gubuk tua tersebut.

Sejak saat itu, landak tersebut tinggal bersama sang nenek. Dia juga suka membantu keperluan sang nenek sehari-hari.

Pada suatu hari, muncul keinginan sang landak untuk menikah. Dia meminta sang nenek untuk pergi ke rumah raja dan meminang putrinya.

Sang raja ini memiliki 12 orang putri. Begitu mendengar keinginan si landak, nenek tersebut kemudian pergi ke rumah sang raja.

Sesampainya di sana, sang nenek menyampaikan maksud kedatangannya. Sang raja ternyata menyerahkan keputusan pada putri-putrinya.

Akhirnya sang nenek menemui putri sulung sang raja. Dia menyampaikan pesan jika si landak ingin meminangnya.

Lamaran ini ditolak mentah-mentah oleh putri raja tersebut. Meskipun demikian, sang nenek tidak menyerah begitu saja.

Dia pun menanyakan hal yang sama pada putri raja lainnya. Hingga akhirnya hanya putri bungsu saja yang mau menerima lamaran tersebut.

Akhirnya pernikahan antara putri bungsu raja dan si landak diselenggarakan. Sejak saat itu, putri raja tersebut tinggal bersama si landak dan sang nenek.

Pada suatu hari, sang nenek dan putri raja hendak pergi sembahyang. Sesampainya di sana, mereka kemudian melangsungkan sembahyang dengan khusyuknya.

Tiba-tiba muncul seorang pria tampan di samping putri raja. Dia pun melangsungkan sembahyang dengan khusyuk di sana.

Saat kembali ke rumah, putri raja menceritakan hal ini pada sang nenek dan si landak. Namun si landak memperlihatkan gelagat aneh saat mendengarkan cerita itu.

Keesokan harinya, sang nenek dan putri raja kembali hendak pergi sembahyang. Namun di tengah jalan, sang nenek menyuruh putri raja pergi duluan dan diam-diam kembali ke rumah.

Sesampainya di rumah, sang nenek melihat si landak melepaskan kulitnya. Mendadak dia pun berubah wujud menjadi pria tampan.

Ternyata pria yang dilihat oleh putri raja sebelumnya adalah jelmaan landak tersebut. Akhirnya sang nenek keluar dari persembunyiannya dan berkata jika si landak tidak perlu menyembunyikan identitasnya lagi.

Pada saat putri raja kembali pulang, dia terkejut melihat pria tampan yang dilihat sebelumnya ada di rumah bersama sang nenek. Setelah mendengarkan penjelasan dari sang nenek, akhirnya putri raja paham dan merasa bahagia karena menikahi pria tampan yang menjelma menjadi seekor landak sebelumnya.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.