Tue,28 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Kisah Si Buta dan Si Lumpuh, Cerita Rakyat dari Manggarai Nusa Tenggara Timur

Kisah Si Buta dan Si Lumpuh, Cerita Rakyat dari Manggarai Nusa Tenggara Timur

kisah-si-buta-dan-si-lumpuh,-cerita-rakyat-dari-manggarai-nusa-tenggara-timur
Kisah Si Buta dan Si Lumpuh, Cerita Rakyat dari Manggarai Nusa Tenggara Timur
service

Kisah Si Buta dan Si Lumpuh, Cerita Rakyat dari Manggarai Nusa Tenggara Timur | Magnific AI


Kisah Si Buta dan Si Lumpuh adalah salah satu cerita rakyat yang berasal dari daerah Manggarai Nusa Tenggara Timur. Legenda ini berkisah tentang sahabat yang pada awalnya tidak diacuhkan oleh masyarakat yang kemudian pada akhirnya menjelma menjadi sosok yang kaya raya.

Bagaimana kisah dari Si Buta dan Si Lumpuh tersebut?

Kisah Si Buta dan Si Lumpuh, Cerita Rakyat dari Manggarai Nusa Tenggara Timur

Dinukil dari buku Cerita Rakyat Manggarai, pada zaman dahulu di sebuah kampung, hiduplah dua orang pemuda yang bernama Si Buta dan Si Lumpuh. Sesuai dengan namanya, masing-masing pemuda tersebut berada dalam kondisi buta dan lumpuh.

Hal ini membuat kedua orang tua mereka tidak peduli dengan keberadaanya. Si Buta dan Si Lumpuh hanya bisa bekerja sama antara satu sama lain untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Pada suatu hari muncul sebuah ide di benak si Si Buta. Dia mengajak Si Lumpuh untuk melarikan diri dari kampungnya.

Dia merasa sudah tidak ada lagi yang bisa mereka lakukan di sana. Apalagi tidak ada seorangpun yang peduli dengan keberadaan mereka di sana.

Si Lumpuh setuju dengan ide sahabatnya tersebut. Tepat pada hari yang ditentukan, kedua sahabat ini kemudian melarikan diri dari kampung mereka.

Dengan semua tenaga yang ada, Si Buta menggendong Si Lumpuh di pundaknya. Si Lumpuh kemudian mengarahkan Si Buta di sepanjang perjalanan.

Kedua sahabat ini masuk jauh ke dalam hutan. Setelah berjalan cukup lama, mereka memutuskan untuk beristirahat terlebih dahulu.

Tidak lama kemudian, muncul seekor jin besar di hadapan mereka. Jin ini berkata akan membawa mereka berdua bersamanya.

Si Buta dan Si Lumpuh tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka pun dibawa ke rumah jin besar tersebut.

Ternyata rumah jin ini sangat besar dan megah. Banyak harta berlimpah yang ada di dalamnya.

Di sana sudah ada istri serta anak jin tersebut yang sudah menunggunya. Si Buta dan Si Lumpuh pun langsung diberi makan oleh keluarga jin tersebut.

Si Buta dan Si Lumpuh dirawat dengan baik oleh keluarga jin itu. Semua kebutuhan mereka, baik makan maupun pakaian dipenuhi secara keseluruhan.

Namun hal ini ternyata membuat Si Buta dan Si Lumpuh curiga. Mereka merasa akan segera dimakan oleh keluarga jin tersebut saat sudah mulai menggemuk nantinya.

Kedua sahabat ini kemudian menyusun sebuah rencana. Mereka berniat untuk menghabisi keluarga jin tersebut.

Saat jin besar dan istrinya pergi mencari makan, mereka langsung menusuk anaknya yang ditinggal sendirian di rumah. Setelah itu, Si Buta dan Si Lumpuh pun membuat jebakan di pintu masuk rumah.

Kedua sahabat ini menggali lubang tepat di depan pintu masuk. Di dalam lubang itu mereka isi dengan bambu-bambu tajam yang menghadap ke atas.

Setelah itu, mereka menutupinya dengan dedaunan. Si Buta dan Si Lumpuh pun menunggu kedatangan jin besar beserta istrinya.

Tidak lama kemudian, pasangan jin ini pulang ke rumah. Tepat seperti dugaan Si Buta dan Si Lumpuh, pasangan jin ini berhasil masuk ke dalam jebakan dan menemui ajal mereka.

Kini hanya tinggal Si Buta dan Si Lumpuh di rumah besar tersebut. Mereka pun sepakat untuk membagi dua harta yang ada di sana.

Pada awalnya, Si Lumpuh membagi harta itu dengan tidak adil. Si Lumpuh memberikan harta yang buruk untuk Si Buta.

Namun Si Buta ternyata mengetahui hal ini. Perkelahian pun terjadi di antara kedua sahabat tersebut.

Si Buta sempat memukul kaki Si Lumpuh. Begitupun sebaliknya, Si Lumpuh juga membalas dengan memukul mata Si Buta.

Ajaibnya kedua sahabat ini langsung sembuh dari penyakitnya. Akhirnya mereka sadar akan kesalahan yang sudah dilakukan dan membagi harta tersebut dengan adil dan rata.

Sejak saat itu, Si Buta dan Si Lumpuh tingga bersama di rumah tersebut. Mereka yang awalnya tidak diacuhkan oleh siapa saja kini menjelma menjadi sosok yang kaya raya.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.