Mon,27 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Kontroversi PLTSa dalam Mengatasi Darurat Sampah

Kontroversi PLTSa dalam Mengatasi Darurat Sampah

kontroversi-pltsa-dalam-mengatasi-darurat-sampah
Kontroversi PLTSa dalam Mengatasi Darurat Sampah
service

Novi, penyintas kanker asal Kampung Alamandang, Kecamatan Tamalanrea, Makassar, Sulawesi Selatan, tak bisa menutupi kegelisahannya. Dia khawatir, rencana pemerintah membangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) berdampak pada kesehatannya. “Dulu,  mungkin saya tidak terlalu memikirkan udara yang dihirup setiap hari.  Setelah saya sakit, saya sadar bahwa tubuh manusia sangat rentan,” katanya dalam  diskusi daring Mei lalu.  Novi kemoterapi dua tahun lalu, kondisi badan naik turun, kadang kuat tetapi kadang hanya bisa diam di tempat tidur. Ditambah cairan di paru-paru membuat napas terasa sesak dan capek. Dia pun khawatir,  selain dirinya, polusi dari PLTSa juga akan berdampak pada anak-anaknya. “Sedangkan rumah saya jaraknya sangat dekat, cuma sekitar satu meter dari lokasi rencana pembangunan PLTSa,” katanya. Sebagai orang yang memiliki riwayat kanker, dia membutuhkan udara yang baik dan lingkungan  aman. Dia  berharap,  pemerintah mendengarkan suara masyarakat. Dadang, warga lain yang tinggal sekitar 250 meter dari lokasi PLTSa juga ungkapkan kegelisahan sama. Bersama warga lain, dia pun berulang kali berunjuk rasa untuk menolak pembangunan PLTSa itu. Mulai dari Kantor DPRD dan Wali Kota Makassar, hingga Kantor Gubernur Sulsel. Di media sosial, mereka juga aktif berkampanye dan menggalang solidaritas. “Apalagi jumlah fantastis, 1.000 ton-1.500 ton. Tentu dampaknya tidak main-main bagi warga.” PLTSa merupakan proyek strategis nasional (PSN) yang tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 35/2018 dan Perpres Nomor 109/2025, tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan. Melansir Tempo, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta Pemerintah Kota Makassar dan konsorsium PT Sarana Utama Synergy (SUS) tetap melanjutkan proyek PLTSa atau pengolahan…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.