Hampir semua populasi mengonsumsi terlalu banyak natrium. Asupan rata-rata global orang dewasa adalah 4278 mg/hari natrium (setara dengan 11 g/hari garam) pada tahun 2021. Ini lebih dari dua kali lipat rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia untuk orang dewasa yaitu kurang dari 2000 mg/hari natrium (setara dengan < 5 g/hari garam, atau kira-kira satu sendok teh).
Dampak kesehatan utama berkaitan dengan diet tinggi natrium adalah peningkatan tekanan darah. Kondisi ini meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, kanker lambung, obesitas, osteoporosis, penyakit Meniere, dan penyakit ginjal.
Diperkirakan 1,7 juta kematian setiap tahunnya dikaitkan dengan konsumsi natrium yang berlebihan pada tahun 2023. Mengurangi asupan natrium adalah salah satu langkah paling hemat biaya untuk meningkatkan kesehatan dan mengurangi beban penyakit tidak menular.
Beban pola makan tidak sehat merupakan tantangan besar bagi kesehatan masyarakat dan pembangunan di seluruh dunia. Tindakan mendesak diperlukan untuk memodifikasi produksi dan konsumsi berlebihan makanan dan minuman yang tidak memiliki profil nutrisi yang sehat, terutama makanan olahan industri.
Yang paling mengkhawatirkan adalah konsumsi natrium, gula, dan lemak tidak sehat yang berlebihan, khususnya asam lemak trans (lemak trans) dan asam lemak jenuh. Serta, rendahnya konsumsi biji-bijian utuh, kacang-kacangan, sayuran, dan buah-buahan . Di banyak negara berpenghasilan tinggi, dan semakin meningkat di negara berpenghasilan rendah dan menengah, sebagian besar natrium dalam makanan berasal dari makanan olahan.
Diperkirakan 1,7 juta kematian setiap tahun dikaitkan dengan konsumsi natrium yang berlebihan pada tahun 2023. Mengkonsuumsi natrium merupakan penyebab tekanan darah tinggi dan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular.
Mengurangi asupan natrium adalah salah satu cara paling hemat biaya untuk meningkatkan kesehatan dan mengurangi beban penyakit tidak menular. Pengurangan ini dapat mencegah banyak kejadian kardiovaskular dan kematian dengan biaya program total yang sangat rendah.
WHO merekomendasikan beberapa kebijakan terbaik perihal natrium sebagai langkah praktis yang dapat diambil negara-negara untuk mencegah penyakit kardiovaskular dan biaya yang terkait dengannya. Ini termasuk menurunkan kandungan natrium dalam makanan; menerapkanlabel di bagian depan kemasan; kampanye media massa; danPengadaan dan pelayanan pangan publik .
Tentang natrium
Natrium adalah nutrisi penting yang diperlukan untuk menjaga volume plasma, keseimbangan asam-basa, transmisi impuls saraf, dan fungsi sel normal. Kekurangan natrium sangat tidak mungkin terjadi pada individu yang sehat.
Kelebihan natrium dikaitkan dengan dampak kesehatan yang buruk, termasuk peningkatan tekanan darah. Faktor utama yang berkontribusi terhadap konsumsi natrium dalam makanan bergantung pada konteks budaya dan kebiasaan makan suatu populasi.
Natrium dan klorida adalah komponen utama garam meja biasa. Tapi natrium dapat ditemukan dalam bentuk lain dan juga ditemukan secara alami dalam berbagai makanan seperti susu, daging, dan kerang. Natrium sering ditemukan dalam jumlah tinggi pada makanan olahan seperti roti, daging olahan, dan makanan ringan, serta dalam bumbu. Misalnya, kecap dan saus ikan.
Natrium juga terkandung dalam natrium glutamat, yang digunakan sebagai bahan dan aditif makanan di banyak bagian dunia.
Rekomendasi untuk mengurangi natrium
Untuk orang dewasa, WHO merekomendasikan kurang dari 2000 mg/hari natrium. Ini setara dengan kurang dari 5 g/hari garam, atau kurang dari satu sendok teh.
Untuk anak usia 2–15 tahun, WHO merekomendasikan penyesuaian dosis dewasa ke bawah berdasarkan kebutuhan energi mereka. Rekomendasi untuk anak-anak ini tidak mencakup periode pemberian ASI eksklusif (0–6 bulan) atau pemberian makanan pendamping dengan pemberian ASI berkelanjutan (6–24 bulan).
Jika memilih untuk menggunakan garam meja, WHO menyarankan untuk mengganti garam meja biasa dengan pengganti garam rendah sodium yang mengandung kalium.
Semua garam yang dikonsumsi harus diiodisasi atau diperkaya dengan yodium. Ini sangat penting untuk perkembangan otak yang sehat pada janin dan anak kecil serta mengoptimalkan fungsi mental secara umum.
Intervensi kesehatan masyarakat untuk pengurangan natrium
WHO telah mengidentifikasi serangkaian intervensi berbasis bukti yang paling efektif untuk mengatasi penyakit tidak menular. Jika dilakukan segera, intervensi ini diharapkan dapat mempercepat hasil dalam hal nyawa yang diselamatkan, tahun-tahun hidup sehat yang diperoleh, kasus penyakit yang dicegah, dan biaya yang dihindari .
Ada 4 pilihan terbaik untuk mengurangi asupan natrium :
-Merumuskan ulang produk makanan agar mengandung lebih sedikit natrium dan menetapkan target kadar natrium dalam makanan dan sajian;
-Menciptakan lingkungan yang mendukung di lembaga-lembaga publik seperti rumah sakit, sekolah, tempat kerja, dan panti jompo untuk menyediakan pilihan makanan dengan kandungan natrium yang lebih rendah;
-Menerapkan pelabelan di bagian depan kemasan, dan;
-Menerapkan komunikasi perubahan perilaku dan kampanye media massa.
Pengembangan, implementasi, pemantauan, dan evaluasi kebijakan pengurangan natrium harus dipimpin oleh pemerintah dan dilindungi dari kemungkinan konflik kepentingan.
Bagaimana cara mengurangi asupan natrium Anda?
-Konsumsilah sebagian besar makanan segar dan seminimal mungkin makanan yang diproses.
-Singkirkan tempat garam/wadah garam dari meja masak dengan sedikit atau tanpa tambahan natrium/garam.
-Gunakan rempah-rempah dan bumbu untuk memberi rasa pada makanan, daripada garam.
-Ganti garam meja biasa dengan pengganti garam rendah sodium yang mengandung kalium.
-Batasi penggunaan saus, dressing, dan produk instan komersial.
-Batasi konsumsi makanan olahan.
-Pilihlah makanan dengan kandungan natrium yang lebih rendah, atau produk rendah natrium.
Konverter natrium dan garam
Konversikan jumlah natrium yang tertera pada produk makanan menjadi gram garam dan sebaliknya.
1 gram garam setara dengan 400 mg natrium.
5 gram garam setara dengan 2000 mg natrium.





Comments are closed.