KABARBURSA.COM – PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) menutup 2025 dengan pertumbuhan laba bersih dua digit di tengah laju pendapatan yang relatif moderat, sementara pergerakan sahamnya mulai menunjukkan upaya pemulihan seiring aksi korporasi yang dijalankan pada awal 2026.
Sepanjang tahun buku 2025, TOWR membukukan laba bersih sebesar Rp3,68 triliun atau meningkat 10,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya Rp3,34 triliun. Kenaikan ini terjadi ketika pendapatan tumbuh 4,6 persen secara tahunan menjadi Rp13,33 triliun dari Rp12,74 triliun pada 2024.
Pertumbuhan pendapatan tersebut berjalan seiring dengan kenaikan beban pokok sebesar 4,8 persen menjadi Rp4,19 triliun. Dengan struktur tersebut, laba bruto tercatat Rp9,14 triliun atau naik 4,6 persen dibandingkan Rp8,74 triliun pada periode sebelumnya.
Pergerakan kinerja operasional juga menunjukkan peningkatan yang lebih terbatas. Laba usaha sepanjang 2025 mencapai Rp7,5 triliun atau naik 3,2 persen secara tahunan. Sementara itu, laba sebelum pajak tercatat Rp4,45 triliun atau meningkat 6,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Setelah memperhitungkan beban pajak penghasilan sebesar Rp5,85 miliar, laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat Rp3,68 triliun atau tumbuh 10,3 persen secara tahunan. Angka ini menegaskan bahwa pertumbuhan laba bersih berada di atas laju pertumbuhan pendapatan.
Dari posisi keuangan, perubahan terlihat lebih signifikan pada struktur ekuitas dan liabilitas. Ekuitas TOWR per akhir 2025 tercatat Rp27,08 triliun atau meningkat 41,3 persen dibandingkan posisi akhir 2024 sebesar Rp19,17 triliun. Pada saat yang sama, total liabilitas tercatat mengalami penurunan 14,4 persen secara tahunan.
Total aset tercatat Rp77,27 triliun atau turun tipis 0,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Di sisi likuiditas, kas dan setara kas berada di level Rp647,55 miliar atau turun 31,1 persen dari posisi Rp940,18 miliar pada akhir 2024.
Memasuki 2026, pergerakan saham TOWR berada dalam fase stabilisasi setelah sempat menyentuh level terendah 52 minggu di 442. Pada perdagangan 17 Maret 2026, saham ditutup di level 478, mencerminkan adanya pergerakan naik dari titik terendah tersebut.
Buyback Saham dan Konsensus Analis
Di tengah dinamika harga tersebut, TOWR menjalankan program pembelian kembali saham atau buyback dengan alokasi dana maksimal Rp300 miliar. Program ini mencakup hingga 576 juta saham atau sekitar 0,97 persen dari total modal ditempatkan dan disetor, dengan periode pelaksanaan 2 Februari hingga 1 Mei 2026.
Selain aksi buyback, perusahaan juga mencatat langkah korporasi lain melalui perpanjangan fasilitas pinjaman anak usaha senilai Rp2,5 triliun hingga akhir 2026. Langkah ini berkaitan dengan pengelolaan fleksibilitas keuangan dalam jangka menengah.
Di sisi distribusi kepada pemegang saham, TOWR telah membagikan dividen interim sebesar Rp6,87 per saham pada Desember 2025. Pembagian ini menjadi salah satu referensi bagi pasar dalam melihat potensi imbal hasil dari saham tersebut.
Pandangan analis terhadap saham TOWR menunjukkan konsensus yang masih positif. Dari 10 analis yang memantau, peringkat rata-rata berada pada level “Sangat Beli” dengan target harga rata-rata di kisaran Rp786 per saham. Estimasi tertinggi mencapai Rp1.150, sementara estimasi terendah berada di Rp525.
Sejumlah rumah riset memberikan variasi target harga, dengan Sucor Sekuritas menetapkan target Rp920 dengan rekomendasi beli, Macquarie Sekuritas di Rp800 dengan rekomendasi outperform, serta J.P. Morgan di Rp550 dengan rekomendasi netral.
Pergerakan kinerja dan harga saham TOWR memperlihatkan kombinasi antara pertumbuhan laba yang tetap terjaga, perubahan struktur keuangan, serta respons pasar terhadap aksi korporasi yang sedang berlangsung. Dalam konteks tersebut, dinamika saham TOWR pada awal 2026 berjalan beriringan dengan data kinerja 2025 yang telah dipublikasikan.(*)
Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.





Comments are closed.