Sun,19 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Business
  3. Laporan OECD Ungkap Penerimaan Pajak Melemah, Nilai Tukar Rupiah Terkapar

Laporan OECD Ungkap Penerimaan Pajak Melemah, Nilai Tukar Rupiah Terkapar

laporan-oecd-ungkap-penerimaan-pajak-melemah,-nilai-tukar-rupiah-terkapar
Laporan OECD Ungkap Penerimaan Pajak Melemah, Nilai Tukar Rupiah Terkapar
service

KABARBURSA.COM – Nilai tukar rupiah ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sebesar 34 poin ke level Rp.17.995 pada perdagangan Jumat, 3 Juli 2026.

Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan sentimen pelemahan rupiah hari ini tidak lepas dari laporan OECD Revenue Statistics in Asia and the Pacific 2026 terkait mesin pajak penghasilan Indonesia yang mulai melemah dari Rp1.061,24 triliun pada 2023 menjadi Rp1.061,94 triliun di tahun 2024.

Ibrahim mengatakan kenaikan tersebut hanya sekitar Rp700 miliar atau setara 0,07 persen secara tahunan dan jauh lebih rendah dibandingkan pertumbuhan total penerimaan pajak Indonesia.

“Pada periode yang sama, total penerimaan pajak meningkat dari Rp2.517,66 triliun menjadi Rp2.620,67 triliun, atau bertambah sekitar Rp103 triliun,” ujar dia dalam keterangannya.

Apabila ditelisik, kata Ibrahim, melambatnya pertumbuhan pajak penghasilan dipengaruhi oleh turunnya penerimaan dari pajak penghasilan badan.  

“OECD mencatat penerimaan pajak korporasi turun dari Rp829,66 triliun pada 2023 menjadi Rp818,30 triliun pada 2024, atau berkurang sekitar Rp11,36 triliun,” kata dia.

Sebaliknya, lanjut Ibrahim, penerimaan pajak penghasilan orang pribadi masih mencatat pertumbuhan. Setoran dari kelompok ini meningkat dari Rp231,59 triliun menjadi Rp243,64 triliun, atau bertambah sekitar Rp 12,05 triliun. 
“Meski mulai melambat, pajak penghasilan masih menjadi salah satu sumber utama penerimaan negara,” tuturnya.

Sementara itu untuk perdagangan Senin pekan depan, 6 Juli 2026, Ibrahim memprediksi mata uang rupiah bergerak fluktuatif namun ditutup menguat di rentang  Rp.17.910- Rp.17.970.

“Untuk sepekan di rentang Rp.17.850 – Rp.18.100,” pungkasnya. (*)   

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.