Sun,30 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Legenda Asal Usul Burung Wa Ngkalirihu, Cerita Rakyat dari Wakatobi Sulawesi Tenggara

Legenda Asal Usul Burung Wa Ngkalirihu, Cerita Rakyat dari Wakatobi Sulawesi Tenggara

legenda-asal-usul-burung-wa-ngkalirihu,-cerita-rakyat-dari-wakatobi-sulawesi-tenggara
Legenda Asal Usul Burung Wa Ngkalirihu, Cerita Rakyat dari Wakatobi Sulawesi Tenggara
service

18 Februari 2026 13.00 WIB • 2 menit

Legenda Asal Usul Burung Wa Ngkalirihu, Cerita Rakyat dari Wakatobi Sulawesi Tenggara


Legenda asal usul burung wa ngkalirihu menjadi salah satu cerita rakyat yang berasal dari daerah Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Legenda ini berkisah tentang asal usul dari burung tersebut dulunya.

Menurut ceritanya, burung ini dulunya merupakan seorang gadis yang tidak disukai oleh kedua orang tuanya. Hal ini disebabkan karena gadis tersebut memiliki kebiasaan aneh dan tidak umum seperti anak pada umumnya.

Karena merasa kedua orang tuanya sudah tidak menyayanginya lagi, gadis tersebut akhirnya memutuskan untuk meninggalkan mereka. Dari sinilah nantinya gadis tersebut berubah wujud hingga menjadi seekor burung wa ngkalirihu.

Lantas bagaimana kisah lengkap dari legenda asal usul burung wa ngkalirihu tersebut? Simak cerita lengkapnya dalam artikel berikut ini.

Legenda Asal Usul Burung Wa Ngkalirihu, Cerita Rakyat dari Wakatobi Sulawesi Tenggara

Dilihat dari buku Cerita Rakyat Wakatobi (Bahasa Wakatobi dan Bahasa Indonesia), dikisahkan pada zaman dahulu hiduplah seorang gadis yang bernama Wa Mokori. Dirinya tinggal bersama kedua orang tuanya.

Namun sayang, Wa Mokori tidak disukai oleh ayah dan ibunya. Hal ini diakibatkan karena Wa Mokori memiliki tingkah dan perilaku yang aneh.

Bahkan nama yang diberikan padanya juga berdasarkan tingkah laku tersebut. Perbuatan yang dilakukan oleh Wa Mokori berbeda jauh dengan anak-anak sebayanya.

Wa Mokori memiliki kebiasaan mengoleskan kunyit ke seluruh badannya. Kunyit ini dia tumbuk hingga halus dan seperti bedak bubuk.

Nantinya bedak kunyit tersebut akan dia oleskan ke semua tubuhnya. Hal ini tentu membuat kulit Wa Mokori berwarna kekuningan.

Ayah dan ibu Wa Mokori sudah melarangnya berulang kali untuk melakukan kebiasaan tersebut. Namun Wa Mokori tetap saja melakukan kebiasaannya mengoleskan bedak kunyit.

Bahkan dia selalu memanjat loteng rumahnya ketika ingin mengoleskan bedak kunyit tersebut. Dengan demikian, Wa Mokori bisa leluasa mengoleskan bedak kunyit tersebut ke seluruh tubuhnya.

Ayah Wa Mokori sehari-hari bekerja sebagai nelayan. Biasanya ayahnya akan pergi berhari-hari untuk pergi melaut dan mencari ikan yang nantinya digunakan sebagai keperluan sehari-hari.

Ketika sang ayah pulang, ibu Wa Mokori biasanya akan menghidangkan makanan untuk dimakan bersama. Namun tidak pernah sekalipun Wa Mokori dipanggil oleh sang ayah untuk makan bersamanya.

Lama kelamaan, Wa Mokori merasa bahwa sang ayah sudah tidak menyayanginya lagi. Suatu harti, Wa Mokori menemui sang ibu dan menyampaikan isi hatinya.

Wa Mokori meminta sang ibu untuk menyampaikan pesan darinya pada ayahnya. Wa Mokori berpesan agar sang ayah tidak boleh menyesal di kemudian hari, sebab dia akan pergi meninggalkan mereka.

Setelah meninggalkan pesan tersebut, Wa Mokori kemudian naik ke sebuah pohon besar. Dirinya tinggal di atas pohon tersebut dan tidak pernah turun ke bawah.

Sang ibu biasanya akan membawakan makanan untuk Wa Mokori setiap harinya. Namun Wa Mokori tidak pernah menyentuh dan memakan makanan yang dibawakan oleh sang ibu.

Dirinya hanya berpindah dari satu dahan ke dahan lainnya. Hal ini terus dia lakukan ketika melihat sang ibu akan memberikan makan untuknya.

Lama kelamaan, tubuh Wa Mokori berubah menjadi seekor burung. Dirinya tidak pernah lagi kembali ke wujud manusia.

Konon perubahan yang terjadi di tubuh Wa Mokori inilah yang menjadi asal usul burung wa ngkalirihu. Setiap pagi burung ini akan mengeluarkan suara, “Sia koho-koho” ketika akan diberi makan.

Begitulah kisah dari legenda asal usul burung wa ngkalirihu dalam cerita rakyat Wakatobi, Sulawesi Tenggara.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.

Tim Editorarrow

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.